Berita  

Bencana Angin Kencang di Belo Kupang, 35 Rumah dan Gereja Rusak, Wagub Johni Asadoma Tinjau Lokasi

Wagub NTT Jhoni Asadoma saat meninjau lokasi bencana di kelurahan Belo Kota Kupang

Kupang.NW,id – Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari menerjang Kelurahan Belo, Kota Kupang, dan menyebabkan kerusakan parah pada puluhan rumah warga serta fasilitas ibadah. Salah satu bangunan yang terdampak berat adalah Gereja GMIT Yegar Sahaduta.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma turun langsung meninjau lokasi bencana untuk melihat kondisi gereja yang rusak serta menyapa warga terdampak angin kencang.

Selain kerusakan bangunan, bencana ini juga mengakibatkan korban luka. Sedikitnya tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka, dengan satu orang di antaranya mengalami luka berat.

Lurah Belo, Robinson Lona, menjelaskan korban luka berat mengalami cedera serius di bagian leher akibat terkena seng atap rumah yang beterbangan saat angin kencang melanda wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Polda NTT Temukan 26 Senjata Api Rusak Saat Penertiban Internal, Ada yang Tanpa Nomor dan Kotak Penyimpanan

“Peristiwa terjadi dalam kondisi gelap saat korban berusaha menyelamatkan diri, sehingga tidak sempat menghindari seng yang terlepas dari atap rumah,” jelas Robinson.

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang. Satu korban mengalami luka di bagian wajah, sedangkan korban lainnya bernama Carolus mengalami luka di kepala, pundak, dan kaki.

“Korban sudah mendapatkan perawatan medis, termasuk jahitan di bagian kepala dan kaki, dan saat ini sudah diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah,” tambahnya.

Angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Salah satu pohon menimpa dapur rumah warga bernama Amin, namun peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 35 rumah warga terdampak, termasuk satu bangunan gereja di wilayah RT 01 dan RT 02 Kelurahan Belo.

BACA JUGA:  Diplomasi Wagub Johni Asadoma di Jakarta Berbuah Manis, 11 Ribu Rumah Layak Huni Siap Dibangun di NTT

Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat, dengan kerusakan terparah terjadi di bagian belakang permukiman warga.

Pendeta Selfi Afsefina, S.Th, dari GMIT Yegar Sahaduta, mengatakan akibat kerusakan bangunan gereja, ibadah Minggu (25/1/2026) terpaksa dilaksanakan di tenda darurat yang telah disiapkan oleh BPBD.

“Ibadah Minggu besok akan dilaksanakan di tenda darurat. Kami bersyukur karena masih bisa beribadah meski dalam keterbatasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah jemaat GMIT Yegar Sahaduta berkisar 130 hingga 150 orang, dengan total 83 kepala keluarga yang terbagi dalam tiga rayon

Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

BACA JUGA:  Lima Kasus TPPO Dihentikan, PIAR Nilai Kapolda NTT Gagal Tangani Kasus Perdagangan Orang

“Sekarang sedang musim hujan dan angin. BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan bahwa satu sampai dua hari ke depan akan ada siklon yang bergerak di wilayah ini,” ujar Johni.

Ia mengingatkan warga agar tetap waspada, tidak meninggalkan rumah tanpa alasan mendesak, serta menyiapkan rencana darurat menghadapi kemungkinan bencana.

“Harus siap dengan rencana cadangan. Kalau terjadi sesuatu, masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan,” tegasnya.

Johni menegaskan BPBD bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota akan terus hadir dalam setiap penanganan bencana untuk membantu masyarakat terdampak.

Saat ini, pemerintah kelurahan bersama pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan bagi warga terdampak.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem sesuai peringatan BMKG.
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *