Target Juli, Wagub NTT Minta Kontraktor SMA Garuda TTS Prioritaskan Pekerja Lokal 50 Persen

Wagub NTT Jhoni Asadoma saat kunjungan ke SMA Unggul Garuda di TTS

SO’E.NW.id – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Saat meninjau langsung progres pembangunan sekolah unggulan tersebut di Kelurahan Karangsiri, Kecamatan Kota So’e, Rabu (6/5/2026), Johni meminta kontraktor segera menambah porsi pekerja lokal hingga mencapai 50 persen.

Penegasan itu disampaikan karena saat ini tenaga kerja proyek masih didominasi pekerja dari luar daerah mencapai sekitar 70 persen, sedangkan pekerja lokal hanya sekitar 30 persen.

“Pembangunan ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Jangan didominasi pekerja dari luar. Saya minta tenaga kerja lokal minimal 50 persen,” tegas Johni Asadoma di lokasi proyek.

BACA JUGA:  Museum NTT Gelar Pameran “Literasi Tempo Dulu”, Angkat Kembali Jejak Pengetahuan Leluhur

Menurutnya, progres pembangunan yang baru mencapai sekitar 27 hingga 28 persen masih membutuhkan banyak tenaga kerja tambahan sehingga kesempatan bagi warga lokal masih sangat terbuka.

Ia menilai, proyek bernilai besar seperti SMA Unggul Garuda seharusnya tidak hanya menghadirkan infrastruktur pendidikan berkualitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya untuk TTS, tetapi juga untuk seluruh NTT. Penyerapan tenaga kerja harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub bersama rombongan meninjau langsung pembangunan gedung utama, asrama siswa, kantin, hingga fasilitas pendukung lainnya.

BACA JUGA:  Rp126 Juta Disebut Hilang, Aliran Dana BOS SMKN 5 Kupang Ditudukan ke Safirah Abineno Tak Berdasar

Pemerintah daerah melaporkan progres pembangunan sudah melampaui target awal. Dari target sekitar 25 persen, realisasi pekerjaan kini mencapai sekitar 27 persen.

“Kami bersyukur progres pembangunan berjalan baik dan bahkan melampaui target,” kata Johni.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul di NTT.

“Ini peluang emas bagi anak-anak NTT untuk berkembang menjadi generasi hebat di masa depan,” tambahnya.

Pembangunan SMA Unggul Garuda diketahui menelan anggaran sekitar Rp200 miliar dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

BACA JUGA:  PTUN Kupang Batalkan Dua SK Disdik NTT, Safirah Abineno Dipulihkan Jadi Kepala SMKN 5

Sementara itu, Manager Teknik PT Nindya Karya, Marganda Purba menjelaskan proyek dimulai sejak 21 Maret 2026.

Sejumlah bangunan prioritas seperti gedung sekolah, asrama putra-putri, kantin, serta rumah guru dipacu selesai pada Juni 2026 agar bisa digunakan saat penerimaan siswa baru.

Untuk mempercepat pembangunan, jumlah tenaga kerja juga ditambah dari 630 orang menjadi sekitar 800 orang dengan sistem kerja bergilir hingga dini hari.

Secara teknis, pembangunan kini telah memasuki tahap struktur lantai dua dan pengecoran ring balok, sementara material baja telah siap dikirim ke lokasi proyek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *