Wagub NTT Tegur PT Nindya Karya, Minta 50 Persen Pekerja SMA Garuda TTS Harus Warga Lokal

Wagub NTT Jhoni Asadoma pantau progres pembangunan SMA Garuda,Soe

SO’E, NW.id – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menegur pihak kontraktor proyek pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) karena minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.

Saat meninjau langsung progres pembangunan SMA Unggul Garuda di Kelurahan Karangsiri, Kecamatan Kota So’e, Rabu (6/5/2026), Johni meminta manajemen proyek segera menambah porsi pekerja lokal hingga mencapai minimal 50 persen.

Penegasan itu disampaikan setelah diketahui tenaga kerja proyek saat ini masih didominasi pekerja dari luar daerah sekitar 70 persen, sementara pekerja lokal hanya sekitar 30 persen.

“Pembangunan ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Jangan didominasi pekerja dari luar. Saya minta tenaga kerja lokal minimal 50 persen,” tegas Johni Asadoma di lokasi proyek.

BACA JUGA:  Kunjungi Alor, Wagub Johni Tinjau Jalan Bukapiting– Apui,Dorong Pembangunan Dilanjutkan Hingga 20 Km

Menurutnya, progres pembangunan yang baru mencapai sekitar 27 hingga 28 persen masih membutuhkan tambahan tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga peluang bagi masyarakat lokal masih sangat terbuka.

Ia menilai proyek strategis seperti SMA Unggul Garuda tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan modern, tetapi juga harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja.

“Ini bukan hanya untuk TTS, tetapi juga untuk seluruh NTT. Penyerapan tenaga kerja harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub bersama rombongan meninjau pembangunan gedung utama sekolah, asrama siswa, kantin, hingga fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah daerah menyebut progres pembangunan bahkan telah melampaui target awal.

BACA JUGA:  Tanpa Dana Pusat, PON 2028 Dibagi Tiga, NTT Kebagian 22 Cabor, Johni Asadoma,Kami Hitung Peluang Emas

Dari target sekitar 25 persen, realisasi pekerjaan kini telah mencapai sekitar 27 persen.

“Kami bersyukur progres pembangunan berjalan baik dan bahkan melampaui target,” kata Johni.

Ia juga menegaskan kehadiran SMA Unggul Garuda menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul di NTT.

“Ini peluang emas bagi anak-anak NTT untuk berkembang menjadi generasi hebat di masa depan,” tambahnya.

Proyek pembangunan SMA Unggul Garuda diketahui menelan anggaran sekitar Rp200 miliar dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

BACA JUGA:  Kehadiran Wagub NTT Johni Asadoma di Pureman Ini Jawaban Doa, Warga Sampaikan Aspirasi AJAL

Sementara itu, Manager Teknik PT Nindya Karya, Marganda Purba, menjelaskan proyek mulai dikerjakan sejak 21 Maret 2026.

Sejumlah bangunan prioritas seperti gedung sekolah, asrama putra-putri, kantin, dan rumah guru ditargetkan selesai pada Juni 2026 agar dapat digunakan saat penerimaan siswa baru.

Untuk mempercepat pekerjaan, jumlah tenaga kerja juga ditambah dari 630 orang menjadi sekitar 800 orang dengan sistem kerja bergilir hingga dini hari.

Secara teknis, pembangunan kini telah memasuki tahap struktur lantai dua dan pengecoran ring balok, sementara material baja telah siap dikirim ke lokasi proyek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *