ROTE NDAO, NW.id – Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di Kabupaten Rote Ndao, warga kembali dibuat geram setelah beredar video antrean panjang kendaraan di SPBU Sanggaoen.
Dalam video tersebut, kendaraan berplat merah diduga mendapat perlakuan khusus dengan langsung mengisi BBM tanpa mengikuti antrean masyarakat umum.
Kondisi itu memicu protes warga yang sejak pagi harus rela mengantre demi mendapatkan BBM. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak adil dan mencederai budaya antre yang seharusnya berlaku bagi semua pihak.
Salah satu warga, Enda, mengaku kecewa melihat kendaraan dinas dengan mudah masuk dan mengisi BBM, sementara masyarakat biasa harus menunggu berjam-jam.
“Kenapa kendaraan plat merah bisa langsung isi tanpa antre? Padahal ini hari Sabtu, bukan jam dinas kerja,” ujar Enda kepada media, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurutnya, apabila memang ada aturan khusus bagi kendaraan dinas, maka pihak SPBU maupun pemerintah harus menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan sosial.
“Kalau memang ada aturan mobil dinas tidak perlu antre, aturannya seperti apa? Apalagi ini bukan jam kerja. Hal seperti ini membuat kami masyarakat sangat kecewa,” tegasnya dengan nada kesal.
Video tersebut pun memicu berbagai komentar dari masyarakat yang menilai pelayanan di tengah krisis BBM seharusnya dilakukan secara adil tanpa membedakan kendaraan dinas maupun masyarakat biasa.
Menanggapi sorotan itu, Penanggung Jawab SPBU Sanggaoen, Ny. Risti, membenarkan adanya kebijakan tertentu bagi kendaraan berplat merah maupun kendaraan umum yang bersifat darurat atau emergency.
“Iya benar, di SPBU Sanggaoen ada kebijakan bagi kendaraan plat merah dan plat umum yang bersifat emergency.
Kita layani plat merah lebih dulu hanya untuk membantu kelancaran tugas dari Bapak/Ibu yang ingin mengisi BBM,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Meski demikian, ia menyampaikan permohonan maaf apabila kebijakan tersebut dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang mengantre BBM.
“Mohon maaf bila kebijakan kami ini mengganggu kenyamanan masyarakat lain. Terima kasih,” ujarnya.
Peristiwa ini kembali menambah perhatian publik terhadap tata kelola distribusi BBM di Rote Ndao yang belakangan menjadi keluhan masyarakat akibat antrean panjang dan kelangkaan BBM di sejumlah SPBU.






