Daerah  

Krisis BBM di Rote Ndao Makin Langka, Warga Menduga Ada Mafia,Pemda,DPRD hingga Polisi Dinilai Membisu

BBM jenis pertalite yang di jual di Kabupaten Rote Ndao (istimewa)

ROTE NDAO, NW.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao semakin memicu keresahan masyarakat.

Antrean panjang di SPBU, sulitnya mendapatkan BBM hingga harga jual yang melambung tinggi membuat warga mulai mempertanyakan penyebab utama krisis yang terjadi.

Bahkan, sejumlah warga menduga adanya praktik mafia BBM di balik kelangkaan yang terus terjadi, sementara Pemerintah Daerah, DPRD hingga aparat penegak hukum dinilai memilih diam dan belum menunjukkan langkah nyata.

Beberapa warga seperti Benny, Demus, Robert dan Alex yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengaku sangat terdampak akibat sulitnya memperoleh BBM untuk kebutuhan pertanian maupun aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:  Di Tengah Krisis BBM Rote Ndao, Mobil Plat Merah Diduga Bebas Antre di SPBU Sanggaoen,Warga Protes

“Sampai hari ini kami tidak melihat ada suara dari pemerintah, DPRD maupun aparat hukum terkait persoalan BBM ini.

Biasanya mereka paling keras bicara soal rakyat, tapi sekarang justru diam,” ujar Benny, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat mulai curiga ada sesuatu yang tidak beres di balik kelangkaan BBM yang terjadi di Rote Ndao.

“Kalau semua diam seperti ini, masyarakat wajar bertanya-tanya. Jangan sampai ada permainan atau mafia BBM di balik kelangkaan ini,” katanya.

Benny menjelaskan para petani kini harus mengeluarkan biaya besar demi mendapatkan BBM agar alat pertanian tetap bisa digunakan saat musim panen.

BACA JUGA:  Bubarkan Balap Liar di Jembatan Selam Kupang, Polisi Jadi Korban Tabrakan, 7 unit Motor Diamankan

“Sekarang semua alat pertanian butuh BBM. Kami terpaksa beli dengan harga mahal supaya bisa panen dan merontok padi. Kalau tidak ada BBM, kami tidak bisa kerja,” ungkapnya.

Ia membandingkan situasi saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya ketika aparat maupun pemerintah dinilai lebih cepat merespons keluhan masyarakat terkait BBM.

“Dulu kalau mulai ada kelangkaan, aparat dan DPRD cepat bergerak. Sekarang justru persoalan besar seperti ini malah sepi,” ujarnya.

Warga menegaskan mereka tidak mempermasalahkan apakah BBM yang dijual bersubsidi atau non subsidi, selama stok tersedia dan dijual sesuai aturan.

BACA JUGA:  Kabur ke Timor Leste, DPO Kasus Asusila Rekan Piche Kota Akhirnya Dibekuk Polisi

Namun apabila kondisi terus dibiarkan, masyarakat mengaku siap melakukan aksi demonstrasi.

“Yang penting barang ada dan sesuai takaran. Tapi kalau terus begini, kami siap turun aksi karena masyarakat kecil paling merasakan dampaknya,” tegas Benny.

Ia juga meminta aparat penegak hukum segera menjalankan fungsi pengawasan secara serius dan hadir di tengah keresahan masyarakat.

“Polres Rote Ndao yang biasanya tegas sekarang seperti tidur. Padahal masyarakat sedang kesulitan besar karena BBM,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *