KUPANG.NW.id – Koperasi Merah Putih Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku kewalahan dalam memenuhi kebutuhan suplai bahan pangan ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat keterbatasan armada operasional.
Ketua Koperasi Merah Putih Penfui, Jefri Tapobali, mengatakan pihaknya baru saja menyelesaikan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang berjalan lancar.
Namun di balik itu, koperasi masih menghadapi kendala serius di lapangan.
“Target kami tahun ini adalah menjadi supplier tetap untuk dapur-dapur MBG. Tapi kami terkendala kendaraan operasional,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Menurut Jefri, sejak mulai beroperasi pada Januari 2025, koperasi yang dipimpinnya masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk distribusi barang.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, mereka harus menyewa mobil pick up dengan biaya yang cukup besar.
“Kalau bukan mobil pribadi yang dipakai, kami harus sewa pick up. Biayanya cukup tinggi setiap kali distribusi,” jelasnya.
Saat ini, Koperasi Merah Putih Penfui telah menjalin kemitraan dengan sekitar empat hingga lima dapur MBG di Kota Kupang. Namun tingginya permintaan membuat kapasitas distribusi menjadi terbatas.
“Kami kewalahan karena permintaan bahan cukup banyak, sementara armada sangat terbatas,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah melalui Kementerian Koperasi dapat memberikan perhatian, terutama terkait pengadaan kendaraan operasional yang diketahui telah dilakukan melalui pihak ketiga, yakni PT Agrinas.
Jefri menilai, bantuan mobil pick up akan sangat membantu koperasi dalam meningkatkan pelayanan dan mendukung kelancaran program MBG di daerah.
“Kami berharap bisa mendapat bantuan mobil pick up. Ini sangat penting untuk menunjang operasional dan memastikan distribusi berjalan lancar,” pungkasnya.






