KUPANG.NW.id – Plafon ruang makan Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT milik Johni Asadoma roboh pada Minggu pagi, 17 Mei 2026 sekitar pukul 06.00 WITA. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian belum ada aktivitas di dalam ruangan.
Insiden itu terjadi di bagian ruang makan rumah jabatan yang diketahui baru direnovasi pada tahun 2024.
Dugaan sementara, ambruknya plafon dipicu rembesan air dari bagian cor atas bangunan yang telah lama mengalami kebocoran.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Benny Nahak, langsung turun ke lokasi bersama tim teknis guna mengecek kondisi bangunan dan menghitung tingkat kerusakan.
Menurut Beni Nahak, usia rumah jabatan Wagub NTT yang sudah lebih dari 50 tahun menjadi salah satu faktor utama kerusakan bangunan.
“Kalau melihat umur bangunan, ini sudah sangat tua. Secara teknis bangunan mengalami penyusutan kualitas setiap tahun sehingga kondisi sekarang cukup riskan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah kini tengah menyiapkan dua alternatif penanganan, yakni rehabilitasi total atau pembangunan baru rumah jabatan Wagub NTT pada tahun depan.
“Tindak lanjutnya ada dua alternatif, rehab total atau bangun baru tahun depan. Semua masih dihitung sambil menunggu arahan gubernur dan wakil gubernur,” katanya.
Selain itu, seluruh plafon bangunan direncanakan akan dibongkar dan diganti baru karena material gypsum dinilai sudah membahayakan apabila tetap dipertahankan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, rembesan air di bagian atas bangunan sebenarnya sudah pernah dilaporkan sebelumnya.
Namun karena belum dilakukan penanganan menyeluruh, plafon akhirnya roboh pada Minggu pagi.
“Kalau saat itu ada aktivitas di ruang makan, kemungkinan ada korban karena plafon yang roboh cukup besar,” ujar salah satu sumber di lokasi kejadian.
Pasca insiden tersebut, Wakil Gubernur NTT dikabarkan akan sementara pindah ke rumah pribadi agar proses perbaikan rumah jabatan dapat dilakukan secara total dan menyeluruh.






