KUPANG.NW.id — Komitmen investasi di sektor energi terbarukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin menguat.
Hal ini ditandai dengan pertemuan antara Limes Renewable Energy dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT, Viktor Manek, yang membahas percepatan penjajakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan itu, Limes Renewable Energy diwakili oleh Giovanni Cavallo serta William Runturambi. William juga menjabat sebagai Direktur PT Energi Hijau NTT, entitas resmi yang dibentuk untuk menjalankan pengembangan proyek Limes di NTT.
William menegaskan bahwa kesiapan investasi Limes kini telah melampaui tahap eksplorasi awal. Menurutnya, NTT memiliki potensi energi surya yang sangat kompetitif di Indonesia.
“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Limes siap untuk berinvestasi dan melanjutkan ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Limes telah melakukan survei lokasi di empat kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.
Survei ini melibatkan tim Limes NTT bersama tim engineering dari Vietnam untuk mengkaji kelayakan teknis pengembangan proyek PLTS skala utilitas.
Sementara itu, Viktor Manek menyambut baik progres yang telah dicapai oleh Limes Renewable Energy. Ia bahkan mengusulkan penambahan satu wilayah baru, yakni Kabupaten Rote Ndao, sebagai lokasi potensial kelima dalam pengembangan energi terbarukan.
Ia mendorong agar tim Limes segera melakukan survei di wilayah tersebut guna mempercepat identifikasi potensi dan peluang investasi.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat adanya sinergi antara pemerintah daerah dan investor dalam mendorong transisi energi di NTT.
Dengan potensi sinar matahari yang melimpah serta dukungan berbagai pihak, NTT diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu pusat energi terbarukan unggulan di Indonesia.






