JABAR, NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Johni Asadoma, melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya dengan melakukan studi tiru persiapan dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke Provinsi Jawa Barat, Selasa (16/12).
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam mematangkan persiapan sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028 bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rombongan Pemerintah Provinsi NTT dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma dan disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas secara komprehensif berbagai aspek penting penyelenggaraan PON, mulai dari tahapan perencanaan awal, kesiapan infrastruktur dan venue, manajemen pelaksanaan, hingga strategi pasca-event agar fasilitas olahraga tetap produktif dan berkelanjutan.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan bahwa pengalaman Jawa Barat sebagai tuan rumah PON sebelumnya menjadi rujukan penting bagi NTT dalam menyiapkan diri menyongsong PON XXII Tahun 2028.
“Keberhasilan PON tidak hanya dilihat dari suksesnya pelaksanaan event, tetapi juga dari bagaimana venue dan infrastruktur olahraga dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan berakhir,” ujar Johni Asadoma.
Usai pertemuan, rombongan Pemprov NTT juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah venue olahraga yang pernah digunakan dalam pelaksanaan PON di Jawa Barat. Dari hasil peninjauan tersebut, Johni Asadoma menilai pengelolaan venue di Jawa Barat patut dijadikan contoh.
Menurutnya, venue-venue olahraga di Jawa Barat masih terawat dengan baik dan aktif digunakan hingga saat ini, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Ini menjadi pelajaran penting bagi kami di NTT, agar ke depan venue PON tidak menjadi aset yang terbengkalai, tetapi benar-benar hidup dan memberikan dampak sosial serta ekonomi bagi daerah,” tambahnya.
Melalui kunjungan kerja dan studi tiru ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap dapat memperoleh wawasan mendalam terkait tata kelola penyelenggaraan PON, penguatan manajemen venue, serta strategi pemanfaatan fasilitas olahraga pasca-event.
“Semoga seluruh persiapan dapat berjalan dengan baik dan lancar demi menyukseskan PON XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pungkas Johni Asadoma.





