KUPANG.NTTWatch.id– Kontestasi menuju kursi Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memantik perhatian publik olahraga.
Dua figur yang selama ini dikenal aktif dalam pengembangan olahraga bela diri di daerah tersebut, Ridwan Angsar dan Fransisco Bernando Bessie, dipastikan akan bertarung dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) TI NTT untuk menentukan kepemimpinan periode berikutnya.
Dinamika menuju Musprov tahun ini semakin terasa hangat. Munculnya dua tokoh dengan rekam jejak yang kuat di dunia taekwondo dinilai menjadi momentum penting bagi masa depan pembinaan atlet di provinsi kepulauan tersebut.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut angkat bicara terkait kontestasi tersebut. Ia menyambut positif kemunculan kedua figur tersebut yang dinilainya memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memimpin serta membawa taekwondo NTT berkembang lebih jauh.
“Saya mendukung penuh jika Pak Ridwan dan Sisco maju dalam bursa calon Ketua Taekwondo NTT. Keduanya merupakan putra terbaik NTT yang memiliki kapasitas untuk memajukan taekwondo di daerah ini,” ujar Melki kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Menurut Melki, Ridwan Angsar memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan olahraga, khususnya taekwondo di NTT.
Hal tersebut tidak hanya terlihat dari aktivitas organisasinya, tetapi juga dari langkah konkret yang dilakukan dalam membangun ekosistem pembinaan atlet.
Salah satu contohnya adalah keberadaan dojang taekwondo di lingkungan Kejaksaan Tinggi NTT yang menjadi tempat latihan dan pembinaan bagi atlet-atlet muda.
“Dengan memiliki dojang sendiri, itu menunjukkan keseriusan dalam mengurus dan membina taekwondo,” kata Melki.
Selain itu, Ridwan juga dikenal sebagai sosok di balik suksesnya penyelenggaraan turnamen Adhyaksa Cup yang digelar di Kota Kupang.
Kejuaraan tersebut berhasil menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari negara tetangga, Timor Leste.
Menurut Melki, kejuaraan tersebut menjadi salah satu event taekwondo terbaik yang pernah digelar di NTT karena menghadirkan atmosfer kompetisi yang profesional sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi atlet muda.
“Event Adhyaksa Cup menjadi salah satu kejuaraan terbaik yang pernah digelar. Dengan pengalaman seperti ini, kita berharap taekwondo NTT bisa semakin maju dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi,” ujarnya.
Meski demikian, dukungan Gubernur Melki tidak hanya tertuju pada satu figur. Ia juga memberikan apresiasi kepada Fransisco Bernando Bessie yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia NTT.
Sebagai pimpinan organisasi pada periode berjalan, Fransisco dinilai telah menjalankan berbagai program pembinaan dan kegiatan kejuaraan yang ikut menjaga perkembangan taekwondo di NTT.
“Sisco juga memiliki pengalaman sebagai ketua pada periode saat ini. Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk menunjang prestasi taekwondo di NTT,” ungkap Melki.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam melanjutkan program pembinaan atlet, memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah, serta membangun jaringan kompetisi yang lebih luas.
Musyawarah Provinsi Taekwondo Indonesia NTT tahun ini dipandang sebagai momen strategis bagi masa depan cabang olahraga tersebut di daerah.
Selain menentukan siapa yang akan memimpin organisasi untuk periode berikutnya, Musprov juga menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh pengurus dan insan taekwondo untuk merumuskan arah pembinaan atlet secara lebih terstruktur.
Melki berharap proses pemilihan ketua dalam Musprov dapat berlangsung secara demokratis, penuh sportivitas, serta tetap menjaga semangat persaudaraan di antara para pelaku olahraga.
“Yang paling penting, prosesnya harus berjalan aman, lancar, dan penuh semangat sportivitas sehingga siapa pun yang terpilih nanti dapat membawa taekwondo NTT ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Lebih jauh, Melki menaruh harapan besar terhadap masa depan taekwondo NTT. Dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan seluruh pihak, ia optimistis cabang olahraga tersebut mampu meningkatkan prestasi atlet di tingkat nasional.
Salah satu target yang diharapkan adalah tampil lebih kompetitif pada ajang Pekan Olahraga Nasional 2028 mendatang.
Menurutnya, taekwondo memiliki potensi besar untuk menyumbangkan prestasi bagi NTT jika pembinaan atlet dilakukan secara konsisten dan didukung sistem kompetisi yang baik.
“Dengan kepemimpinan baru hasil Musprov nanti, saya optimistis taekwondo NTT bisa memberikan prestasi terbaik pada PON,” pungkasnya.
Di tengah dinamika menuju Musprov, perhatian publik olahraga di NTT kini tertuju pada dua nama besar tersebut.
Siapa yang akan dipercaya memimpin Taekwondo Indonesia NTT ke depan akan ditentukan melalui Musprov yang diperkirakan menjadi momentum penting bagi perjalanan olahraga bela diri ini di Bumi Flobamorata.





