DPRD Hasanudin Sampaikan Duka atas Tewasnya Dua Turis Austria di Cunca Wulang, Minta Pemda Mabar Evaluasi Infrastruktur Wisata

Anggota DPRD Mabar.Hasanudin (Istimewa)

LABUAN BAJO.NW.idAnggota DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat, Hasanudin, menyampaikan duka mendalam atas tragedi meninggalnya dua wisatawan asal Austria di objek wisata Air Terjun Cunca Wulang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa nahas yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) itu merenggut nyawa pasangan suami istri asal Austria, Jurgen (55) dan Astrid (57), setelah jembatan gantung berbahan papan kayu yang mereka lintasi mendadak jebol.

Kedua korban terjatuh ke dasar sungai sedalam sekitar 10 meter saat kawasan wisata tersebut dalam kondisi ramai pengunjung.

“Atas nama pribadi dan sebagai anggota DPRD Manggarai Barat, saya menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Hasanudin, Senin (25/5/2026).

BACA JUGA:  Kelola DAS Perbatasan RI–Timor Leste, Kludolfus Tuames Terpilih Jadi Ketua Joint Forestry Working Group NTT

Menurut Hasanudin, tragedi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut keselamatan wisatawan serta citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium dunia.

Ia menilai insiden itu tidak bisa hanya dianggap sebagai kecelakaan biasa, melainkan menjadi alarm keras terkait kondisi infrastruktur wisata yang dinilai masih belum memadai.

“Di satu sisi ini memang musibah, tetapi di sisi lain ada persoalan serius terkait kelayakan infrastruktur wisata yang harus segera dievaluasi,” tegasnya.

Hasanudin mengaku khawatir kejadian serupa dapat berdampak buruk terhadap tingkat kepercayaan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Labuan Bajo.

Menurutnya, keamanan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama apabila Labuan Bajo ingin mempertahankan status sebagai destinasi wisata premium unggulan Indonesia.

BACA JUGA:  Johni Asadoma Hadiri HUT Timor-Leste, Bahas Tour de Timor dan Perdamaian Perbatasan dengan Ramos-Horta

“Saya sangat mengkhawatirkan citra pariwisata Labuan Bajo. Jangan sampai kejadian seperti ini membuat wisatawan asing takut datang berkunjung,” katanya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa kasus wisatawan meninggal dunia di kawasan wisata Labuan Bajo bukan pertama kali terjadi.

Karena itu, Hasanudin meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan destinasi wisata, terutama menyangkut fasilitas umum dan aspek keselamatan pengunjung.

“Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh destinasi wisata, khususnya yang ramai dikunjungi wisatawan. Keselamatan pengunjung wajib menjadi prioritas,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat di DPRD Manggarai Barat, Hasanudin memastikan pihaknya akan terus mendorong pembenahan infrastruktur wisata agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

BACA JUGA:  Krisis BBM di Rote Ndao Makin Langka, Warga Menduga Ada Mafia,Pemda,DPRD hingga Polisi Dinilai Membisu

Ia menegaskan bahwa perbaikan sarana dan prasarana wisata tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pengunjung, tetapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Perbaikan infrastruktur di tempat wisata harus menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan citra pariwisata, pendapatan daerah, dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengungkapkan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan kondisi jembatan gantung di kawasan wisata Cunca Wulang memang sudah rapuh dan rawan digunakan.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah pihak, mulai dari pengelola wisata, kepala desa, pemandu wisata hingga sopir yang mendampingi korban menuju lokasi wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *