RUPS Bank NTT Sepakati Langkah Strategis, Melki Laka Lena,Dukung Program Prioritas Daerah, Modal Ditambah

Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama para bupati pemegang Saham usai RUPS Bank NTT

KUPANG.NW.id — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Bank NTT berlangsung marathon hingga hampir pukul 19.00 Wita di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT,

Rapat yang diikuti seluruh kepala daerah pemegang saham bersama pihak Bank Jatim itu menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat kinerja dan transformasi Bank NTT ke depan.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengatakan jalannya rapat berlangsung konstruktif dengan pembahasan mendalam terkait kondisi internal perbankan, mulai dari pengembangan aset, bisnis, hingga strategi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Diskusinya sangat bagus. Kami mengecek satu per satu parameter Bank NTT, baik dari sisi aset, pengembangan bisnis, hingga strategi ke depan. Kepala daerah jadi semakin memahami isi perut perbankan,” ujar Melki usai RUPS.

BACA JUGA:  Sidang Tipikor Kredit Bank NTT Rp3,3 Miliar,Kuasa Hukum Joao Meco Heran Jaksa Tak Lakukan Penyitaan

Dalam RUPS Tahunan tersebut, para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris Bank NTT. Selain itu, pembagian dividen diputuskan tetap sama seperti tahun sebelumnya.

RUPS juga menekankan pentingnya peran Bank NTT dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di NTT.

“Direksi dan komisaris harus mendukung program prioritas pemerintah daerah. Minimal ada satu program strategis di tiap kabupaten/kota yang didukung Bank NTT,” tegasnya.

Sementara dalam RUPS Luar Biasa, para pemegang saham menyepakati penyesuaian struktur organisasi sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumlah direksi yang sebelumnya direncanakan tujuh orang dikembalikan menjadi lima direksi, sedangkan komisaris menjadi tiga orang.

BACA JUGA:  Bank NTT Perkuat Ekonomi Petani Lewat Program PK POM Plus di Sumba Tengah

Salah satu keputusan penting lainnya yakni penetapan pejabat Direktur Kepatuhan Bank NTT yang kini dipercayakan kepada figur dari Bank Jatim setelah dinyatakan lolos uji OJK.

Menurut Melki, pejabat tersebut memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di dunia perbankan dan dijadwalkan dilantik pada Selasa mendatang pukul 14.30 Wita.

Selain itu, pemegang saham juga menyepakati pengusulan Rita sebagai calon Komisaris Independen guna melengkapi struktur kepengurusan Bank NTT.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pemerintah daerah juga menyatakan komitmen penambahan penyertaan modal. Pemerintah Provinsi NTT menambah modal sebesar Rp30 miliar, Kabupaten Malaka Rp5 miliar, dan Kabupaten Alor Rp3 miliar.

Tak hanya dalam bentuk uang tunai, RUPS juga membuka peluang penyertaan modal dalam bentuk aset seperti tanah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan Bank NTT.

BACA JUGA:  Lantik Pengurus KSP Swasti Sari di Tengah Konflik, Tim Hukum ,Linus Lusi Jadi Batu Sandungan Pemerintahan Melki-Johni

Para pemegang saham optimistis berbagai keputusan strategis tersebut akan membawa Bank NTT menjadi lebih kuat, sehat, dan kompetitif.

“Kami semua kepala daerah berkomitmen membesarkan Bank NTT agar semakin berkontribusi bagi pelayanan masyarakat di berbagai bidang,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, masyarakat juga diajak memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT yang kini mencapai Rp350 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp50 miliar dialokasikan khusus bagi pekerja migran asal NTT.

“Teman-teman pekerja migran silakan berkomunikasi dengan Bank NTT. Ada KUR Rp50 miliar yang disiapkan. Pelaku usaha produktif yang selama ini sulit mengakses perbankan juga silakan memanfaatkan fasilitas ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *