KUPANG,NW,id –Upaya pencarian terhadap seorang lanjut usia asal Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang akhirnya membuahkan hasil.
Paulus To, yang dilaporkan hilang sejak Jumat (13/2/2026), ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami sejumlah luka di hutan perbatasan Desa Oeltua dan Desa Baumata, Senin (16/2/2026).
Korban ditemukan pada hari kedua pencarian skala besar yang melibatkan warga, aparat TNI-Polri, serta tim Basarnas.
Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Randy Hidayat, menjelaskan korban ditemukan sekitar pukul 11.05 Wita dalam kondisi masih hidup, namun lemas.
“Korban atas nama Paulus To ditemukan di dalam hutan perbatasan Desa Oeltua dan Desa Baumata. Saat ditemukan, korban berada di dalam lubang di antara batu karang dengan posisi kepala berada di dalam lubang dan kaki terangkat ke atas,” jelas Randy.
Berdasarkan laporan keluarga, Paulus To hilang sejak Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu ia dalam perjalanan pulang dari Puskesmas Taebenu menuju rumahnya melalui jalan kebun, namun tak kunjung tiba.
Keluarga sempat melakukan pencarian mandiri selama 1×24 jam, namun tidak membuahkan hasil. Pada Minggu (15/2/2026), keluarga resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kupang Tengah dan dibuatkan Laporan Keterangan Orang Hilang.
Pencarian besar langsung digelar hari itu juga, melibatkan masyarakat bersama aparat, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Oeltua. Namun korban belum berhasil ditemukan.
Pencarian dilanjutkan kembali pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Tim pencari berkumpul di rumah korban di RT 10 RW 05 Dusun II Desa Oeltua.
Operasi dipimpin Kapospol Baumata Aipda Munirwan dan melibatkan personel Polsek Kupang Tengah, Bhabinsa TNI AD, serta sekitar 50 warga.
Dua jam kemudian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami sejumlah luka, di antaranya luka lecet dan memar di rusuk kanan, luka robek di tangan kanan, luka lecet di kaki dan paha, serta luka robek di bagian belakang kepala.
“Penyebab luka-luka yang dialami korban belum dapat dipastikan karena korban masih dalam keadaan lemas dan belum bisa memberikan keterangan,” ujar Randy.
Korban segera dievakuasi dan dibawa oleh tim medis Puskesmas Taebenu ke RS Leona Kupang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Meski mengalami luka, keluarga bersyukur karena Paulus To berhasil ditemukan dalam keadaan hidup. Pihak keluarga juga tidak mempersoalkan kondisi luka yang dialami korban.
Mereka menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian, mulai dari TNI-Polri, Basarnas, pemerintah kecamatan dan desa, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu melakukan penyisiran hutan.
Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di RS Leona Kupang. Pihak kepolisian masih menunggu kondisi korban membaik untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian yang menyebabkan dirinya terjebak di dalam lubang batu di tengah hutan tersebut.






