Berita  

Gubernur Melki Buka Pintu Dunia, Wisatawan Australia Disambut Hangat, NTT Tancap Gas Jadi Magnet Global

KUPANG,NW.id  – Nusa Tenggara Timur kembali mencuri perhatian internasional. Gubernur NTT Melki Laka Lena secara langsung menyambut wisatawan asal Australia yang melakukan perjalanan wisata menggunakan Kapal Wisata Paspaley Pearl, di La Cove Bar & Resto Pantai Lasiana, Kota Kupang, Minggu 4 Januari 2026.

Penyambutan tersebut bukan seremoni biasa. Di hadapan para wisatawan mancanegara, Gubernur Melki mengirim pesan tegas bahwa NTT siap membuka diri dan bersaing sebagai destinasi wisata kelas dunia, berbasis budaya, keramahan, dan kekuatan lokal.

Para wisatawan disuguhi pangan lokal khas NTT, pertunjukan tarian dan musik tradisional, serta diperkenalkan langsung dengan produk UMKM daerah.

BACA JUGA:  Ditpolairud Polda NTT Gagalkan Bom Ikan di Sikka, 333 Ekor Ikan Mati dan dua  Nelayan Diamankan

Seluruh rangkaian itu menjadi etalase nyata bahwa pariwisata NTT tidak hanya menjual alam, tetapi juga identitas dan karakter masyarakatnya.

“Terima kasih telah memilih Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari perjalanan Anda. Kehadiran Anda sangat berarti bagi kami,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

Menurutnya, kunjungan wisatawan Australia ini memiliki makna strategis karena menjadi bagian dari diplomasi pariwisata dan budaya antarnegara, bukan sekadar aktivitas liburan semata.

“Kunjungan ini adalah perjumpaan persahabatan. Kami ingin ketika kembali ke negara asal, Anda membawa cerita tentang NTT sebagai daerah yang indah, berbudaya kuat, dan masyarakatnya ramah,” tegas Melki.

BACA JUGA:  DPRD NTT Dorong Bank NTT Jadi Perseroda, Yohanes Rumat,Cegah Privatisasi, Utamakan Kredit Rakyat Kecil

Gubernur menjelaskan, NTT merupakan provinsi kepulauan dengan keragaman yang tidak dimiliki daerah lain. Mulai dari Flores, Sumba, Timor, Alor, hingga Lembata, setiap pulau menyimpan cerita, tradisi, dan nilai kehidupan yang hidup berdampingan dengan alam.

Kupang, kata Melki, menjadi pintu masuk utama ke NTT dan cerminan wajah keramahan daerah.

“Kupang adalah kota pesisir yang tenang, hangat, dan terbuka. Dari sinilah perjalanan Anda akan mengenal wajah NTT yang sesungguhnya,” ujarnya.

Perjalanan wisata selanjutnya akan membawa rombongan ke Alor, yang dikenal sebagai salah satu surga selam terbaik dunia, serta ke Lembata, pulau dengan identitas maritim kuat dan tradisi adat berburu paus yang dijalankan secara ketat dan penuh nilai spiritual.

BACA JUGA:  Kejati NTT Beri Apresiasi Khusus, Bidang Pemulihan Aset Selamatkan Rp57,5 Miliar Uang Negara

“Bagi masyarakat Lembata, laut adalah kehidupan dan paus adalah simbol keseimbangan. Ini bukan eksploitasi, tapi warisan budaya yang dijaga,” tandasnya.

Kegiatan penyambutan ditutup dengan bernyanyi dan menari bersama antara Gubernur, wisatawan, dan tamu undangan, mempertegas pesan bahwa NTT tidak hanya menerima tamu, tetapi merangkul dunia dengan budaya dan ketulusan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Noldy Pellokila, serta Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi Nange.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *