Berita  

Wagub NTT Johni Asadoma Serukan Stop Kekerasan di Alor Usai Pemuda Tewas Dipanah

Wagub NTT Jhoni Asadoma saat melayat ke rumah duka korban panah di Alor

KUPANG, NW.id – Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang pemuda asal Kabupaten Alor berinisial RM akibat terkena anak panah pada bagian kepala.

Korban diketahui mengalami luka serius saat berada di depan rumahnya pada 4 Mei 2026 lalu. Setelah sempat mendapatkan perawatan medis di Kupang, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Saat melayat ke rumah duka pada Minggu (10/5/2026), Johni Asadoma mengaku sangat sedih dan prihatin atas kejadian tersebut. Mantan Kapolda NTT itu menilai tindakan pelaku sebagai perbuatan yang tidak manusiawi.

BACA JUGA:  Korupsi Anggaran Pilkada Sumba Timur, Dua Terdakwa Dituntut 8 Tahun Penjara dan UP Rp1,2 Miliar

“Dipanah oleh orang yang tidak bertanggung jawab, orang yang tidak beradab, orang yang tidak manusiawi. Hari ini dinyatakan meninggal dunia, kita tentu sangat sedih,” ujarnya.

Johni mengatakan, korban merupakan generasi muda Alor yang seharusnya menjadi harapan masa depan daerah.

Namun situasi keamanan di Alor saat ini disebut masih mencekam dan perkelahian masih terus terjadi.

“Saya menghimbau, kita semua harus menyadari bahwa situasi ini sudah sangat membahayakan. Mari kita ciptakan kondisi keamanan yang betul-betul aman dan kondusif di Alor,” katanya.

BACA JUGA:  ‎Ary Buraen Resmi Nahkodai Pemuda Perindo NTT

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah pihak-pihak yang hendak menciptakan kekacauan di Kabupaten Alor.

Selain itu, para orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh adat diminta aktif membimbing anak-anak muda agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan.

“Agar mereka lebih fokus belajar, baik mahasiswa maupun anak sekolah. Dan bekerja bagi mereka yang sudah bekerja,” ujarnya.

Menurut Johni Asadoma, Kabupaten Alor saat ini menjadi salah satu primadona pariwisata di NTT. Karena itu, keamanan dan kenyamanan daerah harus dijaga bersama agar wisatawan tetap merasa aman berkunjung.

BACA JUGA:  Riko Yusanto Nitti, Pengusaha Muda Amarasi: Dari Putus Sekolah, Usaha Ternak Sapi, hingga Ekspor Hasil Bumi “Doa Mama Itu Hoki Saya”

Secara khusus, ia meminta aparat Kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh dan menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam aksi kriminal tersebut.

“Baik pelaku langsung maupun tidak langsung. Orang-orang yang menjadi dalang ataupun otak daripada tindakan kejahatan ini,” tegasnya.

Johni berharap situasi di Kabupaten Alor segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *