Ujian Praktik Rasa Festival,SMAN 1 Alor Barat Daya Tampilkan Seni, Pangan Lokal hingga Karya Kreatif Siswa

Siswa -Siswi SMA N 1 Alor Barat Daya gelar seni budaya (Ist)

ALOR.NW.id – Suasana berbeda tampak di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Alor Barat Daya. Para siswa tidak hanya menjalani ujian praktik, tetapi juga menghadirkan kreativitas melalui gelaran seni budaya yang dipadukan dengan pameran pangan lokal dan kerajinan tangan, Jumat (10/04/2026).

Dalam kegiatan tersebut, siswa menampilkan beragam pertunjukan seperti seni musik, teater, dan seni rupa.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diramaikan dengan aneka pangan lokal khas Alor serta hasil karya kreatif siswa berupa pernak-pernik dan hiasan bernilai seni.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Alor Barat Daya, Delila Ariance Kawangko, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas mata pelajaran.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi guru-guru Seni, Prakarya, dan Muatan Lokal. Jadi ada ujian praktik seni, hasil kerajinan tangan dari Mapel Mulok, serta pengolahan pangan lokal dari Mapel Prakarya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tragedi YBS (10) di Ngada, Gubernur NTT Ungkap Keluarga Tak Terima Bansos karena Adminduk Bermasalah

Ia menambahkan, pihak sekolah turut mengundang orang tua siswa untuk menyaksikan langsung kegiatan tersebut.

Selain itu, para orang tua juga diberi kesempatan menikmati sajian makanan lokal serta membeli hasil karya siswa.

“Orang tua tidak hanya menyaksikan penampilan seni anak-anak mereka, tetapi juga bisa menikmati makanan lokal dan membeli hasil karya sebagai wujud nyata kompetensi kewirausahaan siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Alor Barat Daya, Doriance Elisabeth Kakumai, S.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan, menyebutkan bahwa kegiatan berlangsung selama satu hari.

Ia menjelaskan, ujian praktik seni budaya diikuti oleh siswa kelas XII, sementara pameran pangan lokal dan kerajinan tangan melibatkan siswa kelas X dan XI.

BACA JUGA:  Dialog Hangat dengan Anak-anak Rumah Baca Sumba Barat, Wagub NTT Beri Motivasi & Janji Tambah Buku

“Jenis karya yang dipamerkan sangat beragam, seperti cintong nasi, irus dari tempurung kelapa dan kayu, ranjang mini dari sedotan plastik, hingga tempat tisu dari kulit pisang. Untuk pangan lokal, ada jagung goreng, jagung bose, klepon, dan lainnya,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta jiwa kewirausahaan berbasis kearifan lokal.

Kepala sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah membimbing siswa dengan penuh dedikasi, khususnya guru seni Djefrianus Karban dan Palaikuli Pendjaha, serta para guru Prakarya dan Muatan Lokal.

BACA JUGA:  Kisah Haru Pasutri di Kota Kupang Bangun Sekolah untuk 272 Anak Miskin dengan Gaji Guru Rp400 Ribu

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Cabang Wilayah III Kabupaten Alor, Zefry Donuisang, SE., M.Ec.Dev, Koordinator Pengawas Dikmen Lourens G. Sarata, S.Pd.,

Pengawas Pembina Nikodemus Malua, S.Pd., M.Hum, Ketua Komite SMAN 1 Alor Barat Daya Elia Maruli, SE., MM yang juga Rektor Untrib Kalabahi, Camat Alor Timur Jhon Mabilaka, SE, para sesepuh sekolah, pemerintah desa Fanating dan Pailelang, serta para kepala sekolah SD dan SMP di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Alor Barat Daya menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata yang mengasah kreativitas dan kemandirian siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *