Dialog Hangat dengan Anak-anak Rumah Baca Sumba Barat, Wagub NTT Beri Motivasi & Janji Tambah Buku

Wagub NTT.Dr Jhoni Asadoma saat bersama anak-anak Rumah Baca (ist)

WAIKABUBAK,NW.id – Di sela kesibukan kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumba Barat, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menyempatkan diri mengunjungi Rumah Baca Taman Baca Masyarakat (TBM) Sion Waikabubak di RT 04 RW 02 Tawena, Kelurahan Sobawawi, Kecamatan Loli, Minggu (15/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni Asadoma berdialog langsung dengan anak-anak yang rutin datang untuk belajar dan membaca di rumah baca tersebut.

Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban ketika Johni mengajak anak-anak berbincang tentang pelajaran sekolah hingga ayat-ayat Alkitab yang mereka hafal.

Salah seorang anak bernama Alvaro mampu mengingat ayat dari Kitab Amsal 1 ayat 7 yang berbunyi, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

Mendengar jawaban itu, Wagub langsung memberikan apresiasi berupa hadiah kecil kepada Alvaro.

“Bagus, kamu bisa ingat firman Tuhan. Dapat hadiah,” ujar Johni sambil tersenyum.

Ia kemudian menjelaskan kepada anak-anak bahwa takut akan Tuhan berarti hidup dengan nilai-nilai kebaikan, seperti rajin berdoa, tidak memaki, tidak memukul teman, tidak membenci, serta tidak mencuri.

BACA JUGA:  Tinjau Jalan Hampir Putus di Sumba Barat, Wagub NTT Johni Asadoma,Perbaikan di Perubahan APBD

“Kalau orang takut akan Tuhan, dia tidak akan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Tuhan. Kalau kita takut akan Tuhan, maka pengetahuan juga akan diberikan oleh Tuhan,” kata Johni.

Selain itu, ia juga mengajak anak-anak untuk terus rajin belajar dan membaca setiap hari agar memiliki masa depan yang lebih baik.

“Rajin belajar supaya nanti jadi orang hebat. Aku anak Sumba, rajin belajar, suka membaca supaya jadi orang hebat,” ucapnya yang kemudian diikuti anak-anak dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga menanyakan kebiasaan belajar anak-anak di TBM tersebut. Anak-anak mengaku rutin datang setiap hari untuk membaca, belajar menulis, serta menggambar.

Sebagian besar dari mereka bahkan berjalan kaki dari rumah masing-masing yang berada di sekitar lokasi TBM.

“Jalan kaki tidak apa-apa, itu bagus supaya kita sehat dan kuat. Dulu bapak juga begitu, jalan kaki ke sekolah. Yang penting kita punya semangat, tekad, dan disiplin,” kata Johni memberi motivasi.

BACA JUGA:  Natal Nasional Gerindra di Sorong, Wagub NTT Jhoni Asadoma Tampil Bersama Hasyim Djoyohadikusumo

Suasana semakin meriah ketika Wagub menanyakan cita-cita anak-anak. Salah seorang anak bernama Tania dengan percaya diri mengatakan ingin menjadi dokter.

“Dokter Tania nanti ya,” kata Johni yang disambut tawa dan tepuk tangan anak-anak lainnya.

Ketua Pengurus TBM Sion Waikabubak, Kristian Imanuel Woli, menjelaskan rumah baca tersebut menjadi tempat belajar bagi anak-anak di sekitar Kelurahan Sobawawi.

Saat ini sekitar 40 anak rutin datang mengikuti kegiatan belajar di TBM tersebut, sementara sekitar 20 orang dewasa juga memanfaatkan rumah baca untuk membaca buku.

“Anak-anak biasanya belajar menulis, membaca dan menggambar. Sementara yang dewasa datang membaca buku,” jelas Kristian.

Ia mengatakan koleksi buku di TBM Sion sebagian besar berasal dari sumbangan berbagai pihak, termasuk dari beberapa TBM di Waingapu.

BACA JUGA:  Rp126 Juta Disebut Hilang, Aliran Dana BOS SMKN 5 Kupang Ditudukan ke Safirah Abineno Tak Berdasar

“Ada yang menyumbang 20 buku, ada yang 30 buku. Tahun lalu kami juga sudah mengajukan permohonan bantuan sekitar seribu buku ke Dinas Perpustakaan, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wagub Johni Asadoma menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan TBM sebagai ruang belajar masyarakat.

Ia bahkan berjanji akan membantu menambah koleksi buku agar anak-anak semakin semangat membaca.

“Nanti kalau saya datang lagi, saya bawa buku-buku supaya anak-anak bisa membaca lebih banyak,” ujarnya.

Kunjungan Wagub di TBM Sion Waikabubak diakhiri dengan sesi foto bersama anak-anak. Sebelum meninggalkan lokasi menuju bandara, Johni kembali mengingatkan anak-anak agar terus rajin belajar dan membaca.

“Rajin belajar dan rajin membaca supaya nanti jadi orang hebat dan bisa membangun Sumba,” pesannya.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Ny. Vera Asadoma-Sirait, Kepala Dinas Pariwisata NTT Noldy Pellokila, serta tokoh masyarakat Daud Gana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *