Berita  

Temui Wapres Gibran,PERMASKKU Bawa Kabar Baik untuk Amfoang, Jembatan Darurat Segera Dibangun

Ketua Umum PERMASKKU, Asten Alfensus Bait, menemui Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka,(Istimewa)

KUPANG.NW.id – Perjuangan Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKKU) untuk memperjuangkan nasib masyarakat Amfoang mulai membuahkan hasil.

Ketua Umum PERMASKKU, Asten Alfensus Bait, menemui Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, guna memastikan tindak lanjut tuntutan terkait persoalan infrastruktur di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang.

Dalam pertemuan tersebut, Asten mengaku memperoleh kabar positif dari pihak Wakil Presiden terkait penanganan akses transportasi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Amfoang.

“Kami menemui Pak Wapres untuk memastikan sejauh mana progres tuntutan yang sebelumnya kami sampaikan terkait kondisi Amfoang,” ujar Asten, Jumat (19/6/2026).

BACA JUGA:  Ibadah di GMIT Banbiu, Wagub NTT Johni Asadoma Tekankan Pentingnya Gizi dan Pendidikan Anak

Menurut dia, pihak Wakil Presiden menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur di Amfoang saat ini sedang dalam proses penanganan oleh pemerintah pusat.

“Informasi yang kami terima dari pihak Pak Wapres, untuk sementara persoalan Amfoang sedang diproses,” katanya.

Asten mengungkapkan, salah satu langkah yang akan segera dilakukan pemerintah adalah pembangunan jembatan darurat atau jembatan sementara guna membuka kembali akses masyarakat yang terputus.

“Bahkan untuk sementara akan dibangun jembatan rampong atau jembatan darurat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen. Itu yang disampaikan perwakilan Pak Wapres kepada kami,” jelasnya.

BACA JUGA:  Saat Tradisi Menggerogoti Gizi, Tebas Bakar dan Tingginya Stunting di NTT

Ia menegaskan, pembangunan jembatan sementara tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Amfoang yang selama beberapa tahun terakhir harus menghadapi keterbatasan akses akibat rusaknya sejumlah infrastruktur vital.

Diketahui, PERMASKKU sebelumnya aktif menyuarakan kondisi masyarakat Amfoang, khususnya terkait putusnya Jembatan Kapsaly dan Jembatan Termanu yang rusak akibat diterjang Badai Seroja beberapa tahun lalu.

Kerusakan kedua jembatan tersebut berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Selain menghambat mobilitas warga, kondisi itu juga mengganggu distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

BACA JUGA:  APBD 2026 Disetujui, DPRD NTT Soroti Kemiskinan, PAD Lemah, dan Kinerja BUMD

Karena itu, PERMASKKU terus mendorong pemerintah pusat agar memberikan perhatian serius terhadap pembangunan kembali infrastruktur yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Amfoang.

Asten berharap komitmen yang disampaikan pihak Wakil Presiden dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan akses dan dapat menikmati pelayanan publik yang lebih baik.

“Harapan kami, proses ini segera dituntaskan sehingga masyarakat Amfoang tidak lagi terisolasi dan pembangunan di wilayah tersebut bisa berjalan lebih cepat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *