KUPANG.NW.id – Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina, Klodufus Tuames atau yang akrab disapa Dolfus Tuames, terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) lintas batas Indonesia–Timor Leste.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan bagi para tokoh kunci di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka guna menyatukan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam menjaga kelestarian DAS di kawasan perbatasan.
Sebagai Ketua Joint Forestry Working Group (JFWG) Provinsi NTT, Dolfus menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan DAS lintas negara sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat
“Pengelolaan DAS lintas negara membutuhkan kolaborasi semua pihak. Karena itu, penting untuk menyatukan cara pandang agar setiap kebijakan dan tindakan di lapangan saling mendukung,” kata Dolfus saat memberikan pembekalan di Kabupaten Belu, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur strategis, antara lain pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN), camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga gugus tugas komunitas.
Menurut Dolfus, pengelolaan DAS tidak hanya berkaitan dengan aspek konservasi lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.
Ia menjelaskan, kawasan DAS lintas negara menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan terhadap lingkungan, kebutuhan pembangunan masyarakat, hingga koordinasi antara dua negara yang berbagi sumber daya alam yang sama.
Karena itu, pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan menjadi strategi utama untuk memastikan kelestarian DAS sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Bumi ini hanya satu, dan tanggung jawab merawatnya ada pada kita semua. Karena itu, mari kita bergerak bersama menjaga kelestarian DAS demi generasi mendatang,” tegasnya.
Melalui kegiatan pembekalan ini, BPDAS Benain Noelmina berharap terbangun komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan DAS lintas negara, sekaligus memperkuat kerja sama Indonesia dan Timor Leste dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa keberhasilan menjaga DAS bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat di wilayah perbatasan.






