Tak Mampu Pulangkan Jenazah Ibunya, Keluarga di Kupang Dibantu Ditpolairud Polda NTT, Diantar Hingga TTS

Aksi sosial Personel ditpolairud Polda NTT saat mengantarkan jenazah ke TTS

KUPANG.NW.id – Kepedulian dan sisi humanis Polri kembali terlihat di tengah masyarakat.

Dalam suasana duka yang menyelimuti keluarga almarhumah Nonia Nuban (58), warga Desa Bolok, Kabupaten Kupang, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur hadir memberikan bantuan yang sangat berarti.

Melalui program bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Ditpolairud Polda NTT membantu mengantarkan jenazah almarhumah ke kampung halamannya di Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang berjarak sekitar 147 kilometer dari tempat tinggalnya.

Bantuan tersebut diberikan setelah personel Polisi RW Ditpolairud menerima informasi bahwa keluarga almarhumah mengalami kesulitan ekonomi dan tidak memiliki biaya untuk memulangkan jenazah ke kampung halaman untuk dimakamkan.

BACA JUGA:  Bripda Torino di PTDH, Bripda Gilberth Didemosi,Polda NTT Tegas Hukum Pelaku Penganiayaan Siswa SPN

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Ketika kami menerima informasi bahwa keluarga mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu membawa jenazah almarhumah ke tempat pemakaman di kampung halamannya, kami langsung mengambil langkah cepat.

Ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan sekaligus bakti sosial Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya.

Sebelum proses keberangkatan, personel Ditpolairud memastikan seluruh dokumen administrasi dan surat keterangan kematian telah lengkap.

Koordinasi juga dilakukan dengan keluarga serta pemerintah desa guna memastikan proses pemakaman berjalan lancar setelah jenazah tiba di TTS.

Menggunakan ambulans milik Ditpolairud Polda NTT, jenazah kemudian diberangkatkan menuju Desa Basmuti.

BACA JUGA:  Polda NTT Gencar Berantas Mafia BBM, Warga Rote Ndao Keluhkan Pengawasan Polres Dinilai Lemah

Perjalanan panjang tersebut bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan bentuk penghormatan terakhir kepada seorang ibu yang ingin dimakamkan di tanah kelahirannya.

Di tengah perjalanan, para personel mengedepankan rasa empati dan kemanusiaan. Kehadiran mereka menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka sekaligus meringankan beban yang tengah dihadapi.

Kombes Pol Irwan menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus hadir membantu warga yang membutuhkan.

“Polri harus hadir dalam setiap kesulitan masyarakat. Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” katanya.

BACA JUGA:  Jelang Mudik Lebaran 2026, Polda NTT Gelar Operasi Keselamatan dan Operasi Ketupat

Menurutnya, semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan pelayanan dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer, jenazah Nonia Nuban akhirnya tiba dengan selamat di Desa Basmuti dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Di balik perjalanan tersebut, tersimpan pesan sederhana namun penuh makna,kehadiran Polri tidak hanya dirasakan saat masyarakat membutuhkan perlindungan hukum, tetapi juga ketika mereka membutuhkan uluran tangan di saat-saat paling berat dalam kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *