Kupang.NW.id – Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran pasokan energi selama perayaan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan silaturahmi dan rapat koordinasi antara Pertamina Patra Niaga Sales Area NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis (19/12), menjelang perayaan Natal.
Dalam pertemuan itu, Pertamina Patra Niaga menyampaikan kesiapan penuh dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), termasuk menjelaskan kondisi distribusi BBM yang sempat mengalami kendala dalam beberapa pekan terakhir.
Sales Area Manager Retail NTT, Andri Setiyawan, menyampaikan bahwa seluruh infrastruktur penyaluran energi di NTT berada dalam kondisi siap dan siaga.
“Seluruh SPBU, agen LPG, dan agen minyak tanah siap melayani masyarakat.
Sebanyak sembilan Fuel Terminal di NTT juga beroperasi penuh dan siaga 7×24 jam, termasuk hari Minggu, untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat selama Nataru,” ujar Andri.
Meski demikian, Andri mengakui bahwa faktor cuaca ekstrem masih menjadi tantangan utama dalam proses distribusi, khususnya penyaluran BBM melalui jalur laut.
Badai siklon tropis yang terjadi belakangan ini berpotensi mengganggu pengiriman menggunakan kapal tanker.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., mengapresiasi langkah dan kesiapsiagaan Pertamina Patra Niaga dalam menjaga pasokan energi bagi masyarakat NTT.
“Terima kasih atas dukungan penuh Pertamina untuk masyarakat NTT. Apabila dalam pelaksanaan distribusi terdapat kendala di lapangan, agar segera dikoordinasikan dengan jajaran Pemerintah Provinsi,” kata Gubernur Emanuel.
Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan kondisi stok BBM subsidi dan non-subsidi di wilayah NTT.
Untuk Triwulan IV tahun 2025, stok BBM secara umum dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun, untuk jenis Bio Solar dilakukan penyesuaian seiring meningkatnya permintaan selama momen Nataru yang sempat menimbulkan antrean pada November hingga awal Desember 2025.
Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa koordinasi bersama Pemerintah Provinsi NTT telah dilakukan untuk mengusulkan penambahan kuota Bio Solar kepada BPH Migas.
“BPH Migas telah menyetujui penambahan kuota Bio Solar sebesar 7.022 kiloliter untuk wilayah NTT. Normalisasi pasokan dilakukan secara bertahap sejak 20 Desember hingga akhir Desember 2025 ke seluruh SPBU di NTT,” jelas Ahad.
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan minyak tanah, Pertamina juga melakukan penambahan pasokan (extra dropping) sebesar 1.144 kiloliter atau sekitar 12 persen dari alokasi normal yang dilaksanakan pada periode 17 hingga 31 Desember 2025.
Melalui sinergi yang kuat antara Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Provinsi NTT, dan pihak terkait lainnya, pasokan energi di NTT dipastikan tetap aman, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.






