KUPANG, NW.id – Pemilihan pimpinan Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026–2031 berlangsung sengit dan penuh dinamika dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar Sabtu (2/5/2026) malam.
Pasangan Erryc Mamoh, SH, MH dan Arnold J.F. Sjah, SH, M.Hum berhasil keluar sebagai pemenang setelah meraih 7 suara, unggul tipis dari pasangan Ferdi Maktaen, SH dan Biante Singh, SH yang mengantongi 6 suara.
Selisih satu suara ini menegaskan ketatnya kontestasi sekaligus mencerminkan kekuatan dukungan yang relatif berimbang.
Sekretaris Jenderal DPP Kongres Advokat Indonesia, Apolos Djara Bonga, mengapresiasi seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta panitia atas suksesnya penyelenggaraan Musda yang berjalan lancar, demokratis, dan kondusif.
Ia menilai hasil tipis tersebut menjadi sinyal bahwa kedua pasangan calon memiliki basis dukungan yang sama kuat, sehingga penting bagi kepengurusan baru untuk merangkul semua pihak tanpa terkecuali.
“Selisihnya sangat tipis. Tidak ada alasan untuk tidak bersama. Semua harus dirangkul agar organisasi ini tetap solid,” tegasnya.
Menurut Apolos, dinamika menang dan kalah merupakan hal lumrah dalam organisasi. Namun dalam kondisi dengan perbedaan suara yang sangat kecil, persatuan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kekuatan organisasi ke depan.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP KAI, Dr (C) Ibrani Dt Rajo Tianso, SH, MH, turut memberikan apresiasi atas jalannya Musda yang dinilai berlangsung demokratis dan tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan.
Ia menegaskan bahwa hasil 7-6 mencerminkan legitimasi kuat dari kedua kandidat, sehingga kepengurusan baru diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi serta menerima berbagai masukan konstruktif.
Selain itu, ia mendorong pengurus terpilih untuk memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan, serta membangun kerja sama strategis dengan perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas advokat di NTT.
“Dengan persatuan dan sinergi yang baik, kami optimistis KAI NTT akan semakin berkembang. Tantangan ke depan adalah menjaga kebersamaan dan meminimalisir potensi konflik,” pungkasnya






