Hukum  

Perebutan Kursi Ketua DPD KAI NTT, Ferdi Maktaen- Biante Singh Janji Benahi Tata Kelola dan Tingkatkan Profesionalisme

Pasangan calon Ketua dan Sekretaris KAI NTT Ferdi Maktaen dan Biante Singh (Pasangan calon Ketua dan Sekretaris KAI NTT Ferdi Maktaen dan Biante Singh)

KUPANG.NW.id – Kontestasi pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026–2031 resmi memasuki fase krusial. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) di Hotel Kristal, Kota Kupang.

Agenda penting ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI, Siti Jamaliah Lubis, yang turut memantau jalannya proses demokrasi di tubuh organisasi advokat tersebut.

Dalam momen tersebut, pasangan calon Ketua dan Sekretaris DPD KAI NTT, Ferdi Maktaen dan Biante Singh, mendapat kesempatan memaparkan visi dan arah kepemimpinan mereka di hadapan jajaran pengurus serta anggota.

BACA JUGA:  Menang Tipis 7–6, Erryc Mamoh–Arnold Sjah Resmi Nahkodai KAI NTT 2026–2031

Ferdi Maktaen dalam penyampaiannya menyoroti ketatnya persaingan antar organisasi advokat di NTT sejak lebih dari satu dekade terakhir.

Ia menilai, KAI NTT harus memiliki diferensiasi yang kuat dengan mengedepankan kualitas dan profesionalisme anggota.

“Yang kita butuhkan bukan kuantitas, tapi kualitas dari setiap individu advokat. Jika kami dipercaya, perubahan itu pasti ada,” tegas Ferdi di hadapan peserta forum.

Ia juga menyinggung tantangan internal organisasi, termasuk masih adanya keraguan dan kurangnya kepercayaan dalam membangun soliditas bersama.

Menurutnya, hal tersebut harus dijawab dengan kepemimpinan yang tegas dan arah yang jelas.

BACA JUGA:  Sambangi Asrama IKWAN Kupang, Marthen Lenggu Motivasi Mahasiswa dan Salurkan Bantuan

Ferdi menegaskan, salah satu fokus utama yang akan dibenahi adalah tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.

“Isu paling sensitif adalah pengelolaan organisasi. Kami berkomitmen menghadirkan transparansi sebagai dasar dalam menjalankan roda organisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengakui dinamika dan perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi.

Namun, dengan komunikasi yang terbuka dan jujur, ia optimistis KAI NTT dapat menjadi organisasi yang lebih solid dan berdaya saing.

“Kita harus bersatu sebagai saudara. Mari satukan hati, pikiran, dan pilihan untuk membangun KAI yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kejari Kabupaten Kupang Tahan Mantan Kadis PUPR, Tersangka Baru Kasus Korupsi Sumur Bor Oenuntono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *