KUPANG, NW.id – Kelangkaan LPG 12 kilogram yang dikeluhkan warga Kota Kupang dalam beberapa hari terakhir akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Pertamina Patra Niaga.
Bukan karena stok habis, gangguan distribusi disebut terjadi akibat insiden kapal peti kemas yang miring dan jatuh muatan di laut pada 2 Februari 2026.
Situasi ini sempat membuat warga, terutama pelaku usaha warung dan UMKM, kesulitan memperoleh gas non subsidi tersebut.
Tak sedikit yang harus berkeliling dari satu outlet ke outlet lain demi mendapatkan LPG 12 kg.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengakui insiden kapal tersebut berdampak langsung pada pengiriman kontainer LPG dari Surabaya ke Kupang.
“Kendala ini sempat mengganggu proses distribusi kapal dan peti kemas lainnya, termasuk kontainer LPG yang akan didistribusikan ke wilayah Kota Kupang,” jelas Ahad, Rabu (11/2/2026).
Meski demikian, Pertamina memastikan kondisi kini mulai terkendali. Pada Rabu (11/2), dua kontainer LPG telah tiba di Kupang dan langsung dibongkar untuk didistribusikan ke outlet-outlet di Kota Kupang dan sekitarnya.
Dua kontainer tersebut membawa total 1.206 tabung LPG, terdiri dari 231 tabung LPG 5,5 kg, 925 tabung LPG 12 kg, dan 50 tabung LPG 50 kg.
Tak berhenti di situ, Pertamina juga menjanjikan tambahan pasokan 1.208 tabung LPG 12 kg yang saat ini dalam perjalanan dari Surabaya dan diperkirakan tiba dalam 3–4 hari ke depan.
“Saat ini terdapat kurang lebih 20 outlet LPG non subsidi yang melayani masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. Kami memastikan kualitas dan kuantitas LPG sesuai ketentuan dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” tegas Ahad.
Pertamina pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Untuk informasi lebih lanjut, warga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.






