Berita  

Resmi di NTT, Gerakan “Melki-Johni Ajak Belajar” Dorong Orang Tua Dampingi Anak Belajar di Rumah

Kadis pendidikan provinsi NTT, Ambrosius Kodo

KUPANG.NW.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menerapkan Gerakan Meja Belajar melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang mulai berlaku sejak 2 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo dalam jumpa pers di Lobby Utama Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026).

Ambrosius mengatakan, gerakan itu mengusung tagline “Melki-Johni Ajak Belajar” sebagai upaya membangun budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak sehingga keterlibatan orang tua menjadi kunci utama dalam penerapan jam belajar masyarakat.

BACA JUGA:  Refleksi Setahun Melki-Johni Diluncurkan Buku “Asa dan Rasa”  Jadi Cermin Harapan dan Realita NTT

“Anak-anak belajar sekitar satu setengah jam di rumah bersama orang tua dalam suasana belajar yang nyaman dan kondusif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Gerakan Jam Belajar Masyarakat tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter anak melalui kedekatan dan interaksi bersama keluarga.

“Ketika anak mengalami kesulitan belajar, orang tua bisa mendampingi. Bahkan orang tua yang bekerja sebagai petani juga bisa mengajarkan muatan lokal dan pengalaman hidup kepada anak-anak,” katanya.

Menurut Ambrosius, gerakan tersebut juga menjadi langkah preventif untuk mengurangi berbagai perilaku negatif di kalangan anak dan remaja akibat pergaulan yang tidak terkontrol.

BACA JUGA:  Kisah Musafir Haji Malik Mahboob Ahmad Asal Pakistan saat Berada di Kupang

“Anak-anak sewaktu-waktu bisa pergi ke mana saja. Karena itu perlu ada pengawasan dan suasana belajar di rumah agar mereka tidak terpengaruh pergaulan yang tidak baik,” tambahnya.

Ia menegaskan, tujuan utama Pergub Nomor 24 Tahun 2026 adalah meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di tengah masyarakat.

Selain memperkuat peran keluarga dalam pendidikan, gerakan tersebut diharapkan mampu membangun karakter generasi muda NTT sejak dini.

Ambrosius menilai keberhasilan program itu membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, masyarakat hingga media massa.

BACA JUGA:  Anggota DPR RI Umbu Rudi Beri Kuliah Umum di STIKes Nusantara,Serap Aspirasi dan Akses Beasiswa

“Anak lebih banyak berada di lingkungan keluarga. Karena itu keluarga menjadi sangat penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” jelasnya.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah desa ikut mendukung implementasi gerakan tersebut agar berjalan efektif sampai ke tingkat masyarakat paling bawah.

Menurutnya, Gubernur NTT menekankan tiga fokus utama pendidikan di daerah yakni penguatan karakter siswa, pengembangan kemampuan akademik, dan peningkatan kemampuan kewirausahaan.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut mengawasi, mengingatkan, dan mendukung penerapan Gerakan Meja Belajar demi menciptakan generasi NTT yang lebih berkualitas di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *