KUPANG.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, bergerak cepat menyiapkan jalur alternatif sementara guna memulihkan konektivitas antarwilayah di Pulau Timor, menyusul ambruknya jembatan di Kilometer 38 Oelmasi, Kabupaten Kupang.
Peristiwa amblesnya jembatan tersebut terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.
Jembatan yang berada di perbatasan Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur dan Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu itu dilaporkan ambles sedalam kurang lebih 1,3 meter.
Akibat kejadian ini, jalur utama Trans Timor lumpuh total. Akses vital yang menghubungkan Kota Kupang dengan sejumlah wilayah di daratan Timor seperti Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu hingga Malaka, bahkan jalur menuju negara Timor Leste, terputus.
Sebagai langkah darurat, pemerintah provinsi akan membangun jalur alternatif menggunakan sistem crossway, agar kendaraan tetap bisa melintas selama proses perbaikan jembatan berlangsung.
“Target kita minimal tiga hari sudah bisa digunakan, maksimal lima hari, dengan catatan cuaca mendukung. Kita doakan cuaca baik supaya pekerjaan cepat selesai,” ujar Johni.
Ia menegaskan, kerusakan jembatan tersebut berdampak besar terhadap perputaran ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat di Pulau Timor.
“Dampaknya sangat besar. Perputaran ekonomi terhambat dan kebutuhan masyarakat tidak bisa didistribusikan dengan lancar. Karena itu kita harus bertindak cepat,” tegasnya.
Saat ini, kendaraan besar seperti truk belum dapat melintas karena kondisi jembatan yang rusak parah. Jalur darurat yang akan dibangun pun nantinya hanya bersifat sementara, dengan prioritas keselamatan pengguna jalan.
“Kita tidak mau ambil risiko. Kalau jembatan patah total, kendaraan bisa terjun bebas dan berpotensi menimbulkan korban,” tambahnya.
Johni juga memastikan, karena ruas jalan tersebut merupakan jalur nasional, pemerintah pusat akan segera turun tangan untuk mempercepat penanganan.
Sementara itu, penyebab amblesnya jembatan diduga akibat faktor alam seperti pergerakan tanah serta kondisi struktur yang mulai melemah.
Pemerintah berharap akses transportasi di Pulau Timor dapat segera pulih, sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi logistik kembali berjalan normal.






