KUPANG.NW.id – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait video viral yang memperlihatkan dirinya tidak mengenakan helm saat dibonceng sepeda motor di Jalan El Tari, Kota Kupang.
Dalam keterangan resminya, Linus mengakui kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakan yang dinilai tidak mencerminkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat NTT atas kejadian tersebut. Itu menjadi kekhilafan pribadi saya yang tidak patut ditiru, apalagi sebagai pejabat publik,” ujarnya, Rabu, (22/4/2026).
Linus menegaskan bahwa dirinya menghormati dan mendukung penuh penegakan hukum yang disampaikan oleh jajaran Polda NTT, termasuk imbauan dari Direktur Lalu Lintas, Dedy Eka Jaya Helmi, terkait pentingnya penggunaan helm demi keselamatan berkendara.
Menurutnya, keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama, dan setiap individu, termasuk pejabat publik wajib menjadi teladan dalam menaati aturan.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Apa yang disampaikan pihak kepolisian benar adanya, dan saya mendukung penuh upaya edukasi serta penegakan disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Linus menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontan dalam aktivitas singkat, tanpa ada niat untuk mengabaikan aturan atau memberikan contoh yang keliru kepada publik. Meski demikian, ia mengakui bahwa alasan tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Situasi saat itu memang spontan, saat saya mau ke gereja pagi. Ketika saya sedang menunggu jemputan mobil, namun tiba-tiba teman lewat dan mau ke gereja yang sama maka saya numpang. Tetapi itu bukan pembenaran. Saya tetap bertanggung jawab secara moral atas apa yang terjadi,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Linus menyatakan akan lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang publik serta memastikan dirinya mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan kejadian ini sebagai pembenaran untuk melanggar aturan, melainkan sebagai pengingat pentingnya disiplin dan keselamatan.
“Saya berharap masyarakat tetap menjadikan keselamatan sebagai budaya, dan mari kita saling mengingatkan untuk taat aturan demi kebaikan bersama,” tutupnya.






