KUPANG,NW.id — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menggelar pemeriksaan teknis dan administrasi kendaraan atau ramp check terhadap armada bus di Terminal Tipe A Bimoku, Kota Kupang, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Operasi Keselamatan Turangga 2026 guna memastikan keselamatan penumpang serta kelayakan armada angkutan umum.
Ramp check tersebut melibatkan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT dan dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi. Sejumlah personel gabungan dari Satgas Preemtif, Preventif, Gakkum, dan Daktib Ditlantas Polda NTT turut diterjunkan dalam kegiatan ini.
Dalam pemeriksaan, petugas mengecek satu per satu armada bus yang beroperasi, mulai dari kondisi lampu utama dan sein, spion, klakson, wiper, ban, tekanan rem, hingga tekanan angin.
Selain itu, kelengkapan keselamatan seperti alat pemecah kaca dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dalam bus juga menjadi sasaran pengecekan.
Sasaran ramp check meliputi bus angkutan lintas batas negara (ALBN) rute Kupang–Dili, Timor Leste, serta bus angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang beroperasi di Terminal Tipe A Bimoku.
Tidak hanya kondisi kendaraan, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi berupa SIM dan STNK para pengemudi.
Dirlantas Polda NTT Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi mengatakan, ramp check merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas sejak dini, khususnya yang melibatkan angkutan umum.
“Hari ini kami dari Ditlantas Polda NTT bersama teman-teman dari Perhubungan Darat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kendaraan- kendaraan tersebut layak atau tidak untuk beroperasi,” ujar Kombes Dedy kepada wartawan.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Turangga 2026 yang digelar Polda NTT menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada Maret mendatang.
“Ramp check ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan 2026 di wilayah hukum Polda NTT dan biasanya dilaksanakan sebelum Operasi Ketupat,” jelasnya.
Menurut Kombes Dedy, pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh armada benar-benar laik jalan karena mengangkut penumpang, baik warga NTT maupun penumpang lintas negara menuju Timor Leste.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Karena itu kendaraan harus benar-benar memenuhi standar kelayakan,” katanya.
Selain pemeriksaan teknis dan administrasi, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada para pengemudi agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan penumpang.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menempelkan stiker laik jalan kepada bus yang dinyatakan lulus ramp check. Stiker tersebut menjadi tanda bahwa armada telah memenuhi standar kelayakan dan diizinkan beroperasi.
“Sebagian besar bus yang diperiksa dinyatakan laik jalan, termasuk armada lintas negara ke Timor Leste. Namun ada satu bus AKDP yang tidak diperkenankan beroperasi karena SIM dan STNK pengemudinya sudah tidak berlaku,” ungkap Kombes Dedy.
Ia berharap, melalui kegiatan ramp check ini, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda NTT dapat ditekan dan keamanan serta keselamatan berlalu lintas tetap terjaga.
“Kami mengimbau kepada seluruh sopir dan pengelola armada bus untuk selalu tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan. Tujuannya agar angka kecelakaan dapat ditekan dan kamseltibcarlantas di NTT tetap terjaga,” pungkasnya.
Diketahui, Operasi Keselamatan Turangga 2026 digelar Polda NTT selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026 atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Operasi ini difokuskan pada peningkatan kesiapan dan keselamatan lalu lintas, khususnya pada sektor angkutan umum yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang.






