Laka Kapal Wisata Labuan Bajo, Wagub NTT Ingatkan KSOP dan Pemilik Kapal soal Keselamatan

Wagub NTT Jhoni Asadoma

KUPANG.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian utama seluruh pihak, menyusul insiden kecelakaan kapal wisata yang terjadi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Johni menyatakan, kewenangan terkait kelayakan kapal dan izin berlayar sepenuhnya berada di tangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), termasuk penilaian kondisi kapal serta penentuan layak tidaknya kapal berlayar berdasarkan faktor cuaca.

“Keselamatan pelayaran ini menjadi atensi kita bersama, apalagi setelah kejadian di Labuan Bajo.

Kewenangan menentukan kapal layak berlayar atau tidak, termasuk kondisi cuaca, sepenuhnya ada pada KSOP,” ujar Johni kepada wartawan di Kupang, Jumat (2/1).

BACA JUGA:  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Meski demikian, ia menekankan bahwa tanggung jawab keselamatan pelayaran tidak hanya berada pada otoritas pelabuhan.

Pemilik kapal, khususnya kapal wisata, wajib memastikan armada dalam kondisi laik laut sebelum beroperasi.

“Kapal-kapal wisata harus benar-benar memahami kondisi cuaca dan memastikan kapalnya sehat serta layak berlayar. Pemeriksaan harus dilakukan secara teliti dan detail,” tegasnya.

Selain kondisi cuaca dan kelayakan kapal, Johni menilai profesionalisme awak kapal juga menjadi faktor penentu utama keselamatan pelayaran.

“Cuaca, kondisi kapal, dan profesionalisme awak kapal. Tiga hal ini yang menentukan apakah kapal bisa berlayar dengan aman dan selamat,” katanya.

Johni juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas lembaga di kawasan Labuan Bajo, yang melibatkan KSOP, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo–Flores, serta Balai Taman Nasional Komodo.

BACA JUGA:  Wagub Jhoni Asadoma Bertemu Tokoh NTT di Papua, Dorong Pembukaan Kembali Jalur Laut Sorong– Kupang

Menurutnya, meski memiliki tugas dan kewenangan berbeda, seluruh pihak harus saling berkomunikasi demi menjamin keselamatan aktivitas wisata bahari.

“Semua pihak harus berkoordinasi agar aktivitas wisata di Labuan Bajo berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Terkait proses pencarian korban yang masih berlangsung, Johni menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak musibah tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Ia juga berharap korban yang belum ditemukan dapat segera ditemukan, bahkan tidak menutup kemungkinan ditemukan dalam kondisi selamat.

BACA JUGA:  Sepanjang 2025, Pertamina  Jatimbalinus Setor PBBKB Rp4,3 Triliun untuk Pembangunan Daerah

“Kita berdoa semoga korban yang belum ditemukan bisa segera ditemukan. Mukjizat dan keajaiban itu selalu mungkin terjadi,” katanya.

Johni turut mengapresiasi kerja keras seluruh tim SAR yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.

“Terima kasih kepada Basarnas, Bakamla, Polri, TNI, nelayan, serta kapal-kapal wisata yang ikut membantu. Semua bekerja bersama untuk kemanusiaan,” tuturnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung penuh upaya pencarian sesuai ketentuan yang berlaku hingga batas waktu yang ditetapkan.

“Pemerintah Provinsi akan memfasilitasi secara maksimal upaya pencarian ini,” pungkas Johni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *