Wagub NTT Blusukan ke Bedeng Pekerja di Bali, Temukan Anak Tak Sekolah hingga Ingatkan Disiplin Perantau

Wagub NTT Dr.Jhoni Asadoma,kunjangan ke Bedeng Belakang Infinity, kawasan Jimbaran, yang dihuni sekitar 60 orang pekerja.

KUPANG,NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan langsung ke warga asal NTT yang tinggal dan bekerja di sejumlah bedeng pekerja di wilayah Bali. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kehadiran negara bagi masyarakat NTT di perantauan.

Kunjungan pertama dilakukan di Bedeng Belakang Infinity, kawasan Jimbaran, yang dihuni sekitar 60 orang pekerja.

Dalam dialog bersama warga, terungkap sebagian dari mereka telah tinggal selama 3 hingga 4 tahun.

Namun yang memprihatinkan, terdapat anak-anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan bahkan hingga lebih dari satu dekade.

Mayoritas warga di lokasi tersebut bekerja sebagai tukang. Wakil Gubernur menekankan bahwa pendidikan merupakan hal mendasar yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi anak-anak di usia sekolah.

BACA JUGA:  Tinjau Jalan Hampir Putus di Sumba Barat, Wagub NTT Johni Asadoma,Perbaikan di Perubahan APBD

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya fasilitas pendukung seperti tempat ibadah.

Pelayanan keagamaan yang dipimpin Pendeta Ibrahim bersama para koordinator dinilai berperan penting dalam menjaga keharmonisan serta menekan potensi konflik sosial di lingkungan pekerja.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengapresiasi keterampilan tenaga kerja asal NTT yang dinilai memiliki kualitas baik.

Ia berharap ke depan para pekerja dapat terus mengembangkan diri dan suatu saat kembali berkontribusi di daerah asal, seperti di sektor tambak garam di Rote Ndao maupun tambak udang di Sumba Timur.

Dialog bersama tokoh masyarakat, termasuk Efraim, juga mengungkap fakta bahwa sebagian anak-anak NTT di wilayah Kuta turut bekerja membantu orang tua.

BACA JUGA:  Kapal Wisata KM Putri Sakinah Tenggelam di Selat Padar, Ditpolairud Polda NTT Evakuasi Korban

Sementara itu, mahasiswa asal Sumba yang menempuh pendidikan di Malang memanfaatkan masa libur untuk bekerja di Bali.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan pentingnya ketekunan dan kesetiaan dalam bekerja.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengelola keuangan dengan baik, membiasakan menabung, serta memiliki rekening bank sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

Tak hanya itu, masyarakat NTT di Bali juga diminta untuk menghormati adat istiadat setempat, menjaga keamanan lingkungan, menjauhi minuman keras, serta hidup rukun sesuai nilai-nilai agama.

Dalam momentum Hari Raya Nyepi, warga diimbau untuk menaati aturan adat yang berlaku.

Wakil Gubernur juga menegaskan kepada para orang tua agar wajib menyekolahkan anak-anaknya demi masa depan yang lebih baik.

BACA JUGA:  NTT Terancam Tekan Belanja Pegawai 30 Persen, Wagub Johni Asadoma Siapkan Lobi ke Tiga Kementerian

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Bedeng Mumbul di kawasan Pecatu yang dihuni sekitar 50 pekerja.

Di lokasi ini, para pekerja terlibat dalam proyek pembangunan serta sektor informal seperti laundry dan tempat pembuangan akhir (TPA).

Di Bedeng Mumbul, Wagub kembali menemukan adanya anak-anak yang putus sekolah akibat perpindahan tempat tinggal.

Ia kembali menegaskan pentingnya pendidikan serta mendorong masyarakat untuk tetap tekun bekerja dan terus meningkatkan keterampilan.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTT, termasuk Staf Ahli Tim Penggerak PKK Vera Christina Sirait Asadoma, Kepala BKD Kanisius Mau, Kadis Kominfo Adi Mandala, Kepala Biro Umum Agustinus Sigasare, Kaban Penghubung Florida Setyawati, serta Kabag Rumah Tangga Pius Saju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *