Kontak Senjata di Pulau Komodo, Ditpolairud Polda NTT dan BTNK Tangkap 3 Pemburu Rusa Asal NTB

Kupang,NW,id –Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menggagalkan aksi perburuan rusa ilegal di kawasan konservasi Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam operasi patroli gabungan tersebut, petugas mengamankan tiga orang pelaku berinisial Y (36), A (18), dan Ab (37). Ketiganya diketahui merupakan warga Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H., pada Selasa (16/12/2025) membenarkan penangkapan tersebut

Ia mengatakan, para pelaku ditangkap saat patroli gabungan yang berlangsung sejak 13 hingga 14 Desember 2025 di kawasan Taman Nasional Komodo.

BACA JUGA:  Jaga Satwa Dilindungi, Ditpolairud Polda NTT Terlibat Kontak Senjata Kejar Pemburu Rusa di Komodo

“Benar, tiga orang pelaku kami amankan bersama barang bukti berupa senjata api serta satu ekor rusa yang telah ditembak,” ujar Irwan.

Ia menegaskan, Polda NTT berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem dan menindak tegas setiap bentuk kejahatan terhadap satwa yang dilindungi, khususnya di kawasan konservasi nasional.

Berdasarkan hasil koordinasi, patroli gabungan tersebut diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Komodo Labuan Bajo.

Oleh karena itu, penanganan perkara perburuan satwa dilindungi tersebut sepenuhnya ditangani oleh Penyidik BTNK Labuan Bajo.

“Saat ini proses hukum terhadap para pelaku telah ditangani oleh penyidik BTNK di Kabupaten Manggarai Barat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Nyaris Lolos ke Lombok, Truk Muat Santigi 13 Koli Diamankan TNI AL di Rote, Pembeli Sudah Bayar

Irwan menambahkan, penahanan terhadap ketiga pelaku dilakukan di Labuan Bajo guna mempermudah proses koordinasi penyidikan.

Hal ini mengingat para pelaku berasal dari Provinsi NTB yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Manggarai Barat.

Polda NTT bersama BTNK mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perburuan liar di kawasan konservasi serta berperan aktif menjaga kelestarian satwa dan lingkungan Taman Nasional Komodo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *