Hukum  

PSHT NTT Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas, Nikolas Boesday,Pendekar Harus Jadi Pelopor Perdamaian

Ketua PSHT NTT, Nikolas L. Boesday, S.IP, (istimewa)

KUPANG.NW.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan mengimbau seluruh warga PSHT untuk terus bersinergi dengan masyarakat dan aparat kepolisian.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah NTT.

PSHT menegaskan bahwa setiap anggotanya harus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memicu konflik.

Ketua PSHT NTT, Nikolas L. Boesday, S.IP, mengatakan bahwa nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam PSHT menempatkan persaudaraan, kerukunan, dan kedamaian sebagai prinsip utama yang harus dijaga oleh seluruh warga organisasi.

BACA JUGA:  Joko Widodo Ditunjuk Jadi Satgas BRIN untuk Penanggulangan Bencana Sumatera

“Filosofi PSHT adalah Memayu Hayuning Bawana, yang berarti ikut memperindah dan menjaga kedamaian dunia.

Karena itu, setiap warga PSHT wajib menjadi pelopor perdamaian, bukan menjadi bagian dari konflik,” tegas Nikolas saat ditemui di kediamannya.

Ia mengimbau seluruh warga PSHT, khususnya para pendekar muda, agar selalu mengedepankan sikap bijaksana dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial.

“Saya mengajak seluruh warga PSHT untuk menjaga marwah organisasi dengan menunjukkan budi pekerti luhur, menghormati sesama, menjaga kerukunan, dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tiga Tersangka Korupsi Garam Sabu Raijua Segera Disidang di Pengadilan Tipikor Kupang

Menurut Nikolas, peran organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam membantu menciptakan suasana yang aman dan harmonis di tengah masyarakat.

Karena itu, PSHT harus terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah.

Selain menjalin hubungan baik dengan masyarakat, PSHT juga diminta untuk terus memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“PSHT harus memberikan dukungan penuh kepada Kepolisian. Kolaborasi antara masyarakat, organisasi, dan Polri merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga,” katanya.

BACA JUGA:  UPTD Museum NTT Gelar Lomba Film Animasi Pendek Cerita Rakyat bagi SMA/SMK se-Kota Kupang

Nikolas menegaskan bahwa warga PSHT harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan persaudaraan, serta berkontribusi positif dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Dengan semangat persaudaraan yang menjadi fondasi organisasi, PSHT NTT berharap seluruh anggotanya dapat terus menjadi agen perdamaian yang menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *