ROTE NDAO.NW.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi hampir satu bulan terakhir di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, memicu keluhan masyarakat.
Warga menduga kelangkaan tersebut dipicu praktik mafia BBM yang melibatkan oknum tertentu dalam distribusi bahan bakar.
BBM jenis Pertalite dan Pertamax disebut sulit diperoleh di sejumlah SPBU. Bahkan, masyarakat harus antre panjang untuk mendapatkan bahan bakar, sementara stok di SPBU cepat habis.
Salah satu warga, Jhon, meminta aparat kepolisian segera turun tangan mengusut dugaan penyelewengan distribusi BBM yang dinilai merugikan masyarakat.
“Sudah hampir satu bulan BBM langka terus. Kami cari BBM susah sekali. SPBU baru buka dua hari langsung habis.
Kami menduga pasokan lebih banyak dijual ke pengecer daripada untuk masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia juga menyoroti dugaan lemahnya pengawasan terhadap distribusi BBM di wilayah tersebut.
“Kami harap polisi jangan jadi polisi tidur. Kasihan masyarakat kecil yang setiap hari kesulitan dapat BBM,” katanya.
Kelangkaan BBM kini dirasakan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao. Di Kecamatan Lobalain, misalnya, hanya beberapa pengecer yang masih menjual Pertamax dengan jumlah terbatas.
Harga jual di tingkat pengecer pun melonjak hingga Rp16 ribu sampai Rp20 ribu per liter. Warga juga mengeluhkan ukuran liter yang diduga tidak sesuai.
Dugaan praktik penjualan BBM di luar jalur resmi mencuat setelah sebuah mobil tangki pengangkut BBM berkapasitas 10 ribu liter yang disebut merupakan suplai untuk SPBU Sanggaoen terlihat parkir di depan pangkalan BBM milik seorang pria berinisial F.
F diketahui merupakan suami dari penanggung jawab SPBU Sanggaoen, Ny. Risti.
Mobil tangki tersebut terlihat berada di lokasi sejak pagi hingga malam hari. BBM diduga dipindahkan ke sejumlah drum di gudang pangkalan, serta diisi ke satu unit truk dan lima mobil pikap yang membawa drum bahan bakar jenis Pertamax.
Warga menduga praktik tersebut menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan BBM yang terus terjadi di Rote Ndao.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait segera melakukan penyelidikan agar distribusi BBM kembali normal dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi.


