KUPANG.NW.id – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengikuti ibadah bersama para korban bencana angin puting beliung di Kelurahan Belo, Kota Kupang, Minggu (25/1/2026).
Ibadah tersebut dilaksanakan di tenda darurat menyusul kerusakan parah Gedung Gereja GMIT Yegar Sahaduta, Klasis Kota Kupang Barat, akibat terjangan angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut.
Usai ibadah, Wagub Johni Asadoma menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak sebagai wujud kehadiran dan kepedulian Pemerintah Provinsi NTT terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Dalam kegiatan tersebut, Wagub didampingi Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT, Ny. Vera Christina Sirait Asadoma.
Dalam sambutannya, Wagub Johni menyampaikan rasa keprihatinan dan empati yang mendalam kepada para korban bencana. Ia mengajak masyarakat untuk tetap saling menguatkan dan menjaga semangat kebersamaan di tengah situasi sulit.
“Di tengah situasi sulit karena bencana ini, kita harus tetap merawat kekeluargaan dan kepedulian satu sama lain.
Meskipun gedung gereja rusak, kita tetap datang beribadah. Ini menjadi bukti bahwa dalam keadaan sesulit apa pun, kita harus tetap bersyukur karena Tuhan senantiasa menyertai langkah hidup kita,” ujar Johni Asadoma.
Ia menegaskan bahwa kehadiran jemaat dalam ibadah bersama di tenda darurat tersebut menjadi simbol kekuatan iman dan kebersamaan dalam menghadapi bencana.
“Ibadah dan kebersamaan hari ini menunjukkan bahwa kita tetap bergandengan tangan dan saling menguatkan,” tambahnya.
Pada kesempatan penyerahan bantuan, Wagub Johni kembali menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT hadir dan bertanggung jawab untuk memastikan para korban mendapatkan perhatian serta bantuan yang dibutuhkan.
“Pemerintah Provinsi NTT turut prihatin atas musibah ini. Bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban,” katanya.
Berdasarkan data dampak bencana, sebanyak 35 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Selain itu, Gedung Gereja GMIT Yegar Sahaduta turut terdampak, serta tiga warga mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur NTT juga telah meninjau langsung lokasi bencana di Kelurahan Belo untuk melihat kondisi warga serta tingkat kerusakan akibat bencana.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah guna memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik dan tepat sasaran.






