KUPANG.NW.id – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menyiapkan program khusus untuk memperkuat women entrepreneur atau pengusaha perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program tersebut menyasar pelaku usaha perempuan, khususnya yang bergerak di sektor pendukung pariwisata seperti kuliner, kerajinan tangan, produk oleh-oleh dan berbagai usaha kreatif lainnya.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Terlebih, pertumbuhan sektor pariwisata NTT membuka semakin banyak peluang usaha bagi masyarakat lokal.
“Kami ingin sekali berperan membangun ekonomi yang dilakukan perempuan. Industri pendukung pariwisata itu banyak dikerjakan perempuan, seperti kuliner, kerajinan tangan, oleh-oleh dan sebagainya,” kata Charlie dalam acara Coffee Morning dan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin NTT di Kupang, Kamis (24/9/2026).
Menurut Charlie, pengembangan women entrepreneur tidak hanya membutuhkan dukungan pembiayaan, tetapi juga pengetahuan dan pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Ia mengatakan NTT memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dengan karakter dan kekayaan yang khas. Potensi tersebut harus diikuti dengan pertumbuhan industri pendukung yang melibatkan masyarakat lokal.
Kuliner, kerajinan tangan dan produk oleh-oleh, kata Charlie, merupakan contoh sektor yang dapat berkembang seiring meningkatnya aktivitas pariwisata.
Sebagian besar pelaku usaha tersebut berada pada skala UMKM sehingga membutuhkan akses pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
Karena itu, Bank NTT siap berkolaborasi dengan Kadin di kabupaten dan kota untuk mengorganisasi pelaku UMKM sekaligus memberikan edukasi terkait pembiayaan.
“Kalau di daerah bisa mengorganisasi pengusaha UMKM, undang kami. Kami akan datang untuk memberikan penjelasan dan sebagainya,” ujarnya.
Di sisi lain, Bank NTT kembali mendapatkan kesempatan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026 setelah sekitar lima tahun tidak menjalankan program tersebut.
Charlie mengatakan Bank NTT saat ini masih melakukan pembenahan karena harus membangun kembali sistem dan prosedur KUR, termasuk konektivitas dengan kementerian terkait.
Bank juga menyiapkan petugas dan jaringan kantor agar pelaksanaan penyaluran KUR dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Baru tahun 2026 ini kami diberikan lagi kesempatan menjalankan KUR. Karena sudah lima tahun vakum, kami harus membangun infrastruktur yang baru,” katanya.
Charlie mengakui penyaluran KUR Bank NTT saat ini belum berjalan sesuai kecepatan yang diharapkan.
Hal itu disebabkan Bank NTT baru kembali menjalankan program tersebut sehingga membutuhkan proses penyesuaian internal.
“Kami sekarang sudah mulai bergerak, tetapi kecepatannya belum mencapai apa yang kami inginkan.
Kami memang bergerak agak terlambat dan orang-orang kami juga baru mulai lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan penguatan UMKM dan women entrepreneur menjadi semakin penting seiring terbukanya peluang NTT dalam sektor pariwisata dan perdagangan dengan negara-negara tetangga.
Menurutnya, pelaku usaha lokal harus dipersiapkan agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing dan dipasarkan ke luar daerah.
“Jangan sampai kita berdagang tetapi menjadi pasar. Kalau bisa kita harus lebih banyak menjual,” tegas Charlie.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!