KEFAMENANU, NW.id – Ribuan anak memenuhi Gereja GMIT Petra Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (2/7/2026), dalam pembukaan Jambore Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) VII.
Kegiatan yang menjadi jambore terbesar sepanjang sejarah GMIT itu dihadiri langsung Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma.
Sebanyak 61 kontingen dari 50 klasis GMIT ambil bagian dalam jambore tersebut dengan jumlah peserta anak hampir mencapai 1.000 orang.
Mereka didampingi sekitar 200 guru sekolah minggu dan 200 pendeta pendamping yang datang dari berbagai wilayah pelayanan GMIT.
Kehadiran Johni Asadoma disambut meriah oleh lebih dari seribu anak yang kompak menyanyikan lagu rohani Aku Bahagia, menciptakan suasana penuh sukacita dan semangat iman.
Dalam kesempatan itu, Johni mengajak anak-anak mempersiapkan masa depan sejak usia dini melalui pembentukan karakter yang kuat dan kehidupan yang berpusat kepada Tuhan.
Ia membagikan tiga prinsip utama yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan hidup. Pertama, menghormati dan mengasihi orang tua, guru, serta sesama.
Kedua, memiliki kepedulian untuk membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Ketiga, selalu mengutamakan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.
"Kalau ingin berhasil, hormatilah orang tua dan guru, rajin menolong sesama, dan jadikan Tuhan sebagai yang terutama dalam hidupmu," pesan Johni di hadapan ribuan peserta.
Dalam kesempatan itu, mantan Kapolda NTT tersebut juga membagikan kisah perjalanan hidupnya.
Ia mengaku sejak kecil aktif mengikuti seluruh kegiatan sekolah minggu, rajin membaca Alkitab, serta menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup.
Menurutnya, kebiasaan itulah yang membentuk karakter dan mengantarkannya meraih berbagai pencapaian, mulai dari atlet tinju nasional, lulusan Akademi Kepolisian, menjadi jenderal polisi berpangkat bintang dua, Kapolda NTT, hingga dipercaya masyarakat menjadi Wakil Gubernur NTT.
Johni menegaskan bahwa seluruh pencapaiannya tidak terlepas dari penyertaan Tuhan. Ia mengutip Matius 6:33 sebagai ayat yang selalu menjadi pegangan hidupnya.
"Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Itu yang saya pegang sejak kecil," ujarnya.
Selain meniti karier di dunia olahraga dan kepolisian, Johni juga berhasil menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar doktor.
Ia menekankan bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga kerja keras, disiplin, doa, dan ketekunan mengandalkan Tuhan.
Untuk memperkuat pesan tersebut, Johni mengajak seluruh peserta menyaksikan tayangan animasi tentang kisah Raja Daud semasa kecil.
Melalui kisah itu, ia mengajak anak-anak meneladani sikap taat kepada Tuhan, menghormati orang tua, berani menghadapi tantangan, dan setia menjalankan tanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Klasis TTU, Pendeta Andre Nubatonis, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur NTT yang dinilai memberikan motivasi besar bagi anak-anak GMIT.
Menurutnya, di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, kehadiran seorang pemimpin yang mampu berbagi pengalaman hidup dan kesaksian iman menjadi inspirasi bagi generasi muda.
"Kami berharap dari ribuan anak yang hadir hari ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan, bahkan jenderal dan kepala daerah yang tetap takut akan Tuhan," ujarnya.
Jambore PART Sinode GMIT VII mengusung tema "Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaan dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah", dengan subtema "Anak GMIT Citra Kristus, Sehat, Cerdas, dan Kreatif, Siap Menjadi Saksi bagi Kemuliaan Allah."
Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus bertumbuh sebagai generasi yang beriman, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!