Alor  

Buka Festival Seni, Wagub NTT Johni Asadoma, Stop Perang Kampung, Alor Harus Aman Demi Wisata dan Masa Depan

Wagub NTT Jhoni Asadoma saat membuka kegiatan festival seni di Alor

KALABAHI.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, melontarkan seruan tegas kepada generasi muda di Kabupaten Alor untuk menghentikan perkelahian antar kampung dan mulai fokus membangun masa depan daerah yang damai dan maju.

Seruan itu disampaikan saat membuka Festival Seni Gebyar SMA/SMK/SLB dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026 di Lapangan Mini Kalabahi, Selasa (28/4/2026).

Di hadapan ratusan pelajar, Johni menegaskan bahwa Alor saat ini sedang berkembang pesat, terutama di sektor pariwisata yang mulai dikenal luas hingga mancanegara.

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi tersebut bisa terancam jika situasi keamanan tidak dijaga.

BACA JUGA:  Wagub NTT Johni Asadoma Disambut Tarian Leli saat Hadiri 100 Tahun Injil di Pantar Timur, Penuh Toleransi

“Setiap hari ada wisatawan asing datang ke Alor. Kalau daerah ini tidak aman, mereka akan takut datang dan kita sendiri yang rugi,” tegasnya.

Menurutnya, pariwisata memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga kerajinan lokal seperti tenun ikat.

Bahkan, pendapatan dari sektor ini dapat digunakan untuk membangun jalan, sekolah, rumah sakit, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa keamanan adalah kunci utama kemajuan. Jika konflik sosial terus terjadi, maka Alor berpotensi tertinggal dan kehilangan peluang besar untuk berkembang.

“Kita ingin orang mengenal Alor sebagai daerah yang indah, aman, dan masyarakatnya ramah. Jalan malam pun harus terasa aman,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kunker ke Alor, Johni Asadoma Bahas Survei Listrik Bersama PLN, Fokus Wilayah Minim Akses Energi

Selain itu, Johni juga mendorong para pelajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi dunia global.

Ia bahkan mengusulkan lomba pidato bahasa Inggris sebagai sarana melatih kepercayaan diri generasi muda.

“Bahasa Inggris penting karena kita berhadapan langsung dengan wisatawan asing. Ini modal untuk masa depan,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan peran penting orang tua dalam membina dan mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan negatif, termasuk perkelahian.

“Kalau ada masalah, jangan diselesaikan dengan kekerasan. Tinggalkan budaya perang. Kalau merasa jago, salurkan di tempat yang benar seperti olahraga,” tegasnya.

BACA JUGA:  Wagub NTT Jhoni Asadoma Tinjau Lomba Hias Pohon Natal di Jalan El Tari, Angkat Kreativitas Lokal

Lebih jauh, Johni menyebut Alor memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata unggulan kedua di NTT setelah Labuan Bajo.

Namun, ia mengingatkan agar perkembangan pariwisata tidak “layu sebelum berkembang” akibat situasi yang tidak kondusif.

“Pariwisata kita sedang tumbuh. Mari kita jaga bersama agar terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama mewujudkan Alor sebagai daerah yang damai, sejahtera, dan membanggakan di Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *