KUPANG,NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan bahwa kehadiran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di NTT bukan sekadar pengamanan wilayah, tetapi telah memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat, khususnya di daerah-daerah rawan air dan terpencil.
Hal itu disampaikan Johni saat menghadiri Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 Wilayah Korem 161/Wirasakti Kodam IX/Udayana yang dihadiri langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, di Grha Cendana Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Senin (12/1/2026).
Dalam sambutannya, Johni secara terbuka mengungkap kontribusi Jenderal Maruli Simanjuntak saat menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana, yang dinilainya meninggalkan warisan konkret bagi NTT, salah satunya pembangunan ratusan sumur bor di wilayah yang selama ini mengalami krisis air bersih.
“NTT tidak lupa. Saat Bapak KASAD menjabat Pangdam, ratusan sumur bor dibangun dan itu sangat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ini bukan program seremonial, tapi menyentuh kebutuhan dasar rakyat,” tegas Johni.
Menurut Johni, dipilihnya Kota Kupang sebagai lokasi Natal bersama TNI AD menjadi simbol kuat kedekatan TNI dengan rakyat di wilayah kepulauan dan perbatasan. Kehadiran KASAD di Bumi Flobamorata dinilai sebagai bentuk perhatian serius negara terhadap daerah yang selama ini kerap menghadapi tantangan kemiskinan, kekeringan, dan keterbatasan infrastruktur.
Ia juga menekankan bahwa peran TNI AD di NTT terasa nyata mulai dari wilayah perbatasan, desa terpencil, penanganan bencana, hingga dukungan terhadap ketahanan pangan.
“Kami merasakan langsung TNI yang bekerja di lapangan, bukan hanya hadir dalam upacara. TNI yang humanis dan dekat dengan rakyat adalah cerminan semangat Natal,” ujar Johni.
Pada kesempatan itu, Johni juga menyampaikan apresiasi atas terbukanya kesempatan bagi putra-putri NTT untuk bergabung menjadi prajurit TNI AD, seraya berharap ke depan ada perhatian lebih agar semakin banyak generasi muda NTT dapat mengabdi kepada bangsa melalui jalur militer.
Sementara itu, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa perayaan Natal harus menjadi momentum refleksi untuk terus menghadirkan manfaat bagi sesama.
Ia mengingatkan seluruh prajurit agar kehadiran TNI benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Kehadiran kita harus memberi arti bagi sebanyak-banyaknya orang. TNI harus terus manunggal dengan rakyat, karena bersama rakyat, TNI akan semakin kuat,” tegas Maruli.
Perayaan Natal bersama ini turut dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, jajaran pejabat utama Mabes TNI AD, Forkopimda Provinsi NTT, para kepala daerah se-daratan Timor, tokoh gereja GMIT, serta perwakilan Keuskupan Agung Kupang.
Acara berlangsung khidmat dan penuh sukacita, sekaligus mempertegas sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat NTT dalam membangun daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tantangan pembangunan paling kompleks di Indonesia.






