UPTD Museum NTT Gelar Lomba Film Animasi Pendek Cerita Rakyat bagi SMA/SMK se-Kota Kupang

Kupang,NW,id — UPTD Museum Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menggelar Lomba Pembuatan Film Animasi Pendek bertema “Cerita Rakyat NTT” yang diikuti oleh pelajar SMA/SMK se-Kota Kupang.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Museum NTT selama dua hari, 20–21 November 2025, dengan melibatkan enam sekolah sebagai peserta.

Kepala UPTD Museum NTT, Meffi Eoh, SH, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya kompetisi kreativitas, tetapi juga ruang pembelajaran untuk memperkuat karakter generasi muda melalui nilai-nilai budaya.

“Museum harus menjadi tempat belajar tentang tata nilai dan budaya sebagai dasar pembentukan karakter. Manusia yang berkarakter adalah mereka yang tidak meninggalkan nilai budaya sebagai pengendali perilaku dan peradaban,” ujar Meffi.

BACA JUGA:  48 Tahun Menanti, Wagub NTT Johni Asadoma Tembus Medan Ekstrem Demi Rakyat, Temui Warga Pureman

Menurutnya, museum memiliki peran penting sebagai pusat informasi dan publikasi kebudayaan yang berkaitan dengan sejarah, tata nilai, dan karya budaya masyarakat.

Karena itu, museum harus dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, serta generasi muda sebagai ruang belajar yang memperkaya pengetahuan tentang peradaban manusia.

Meffi menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat harus berjalan seiring dengan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi jati diri masyarakat NTT.

“Teknologi hendaknya dijiwai semangat peradaban yang telah membentuk karakter manusia sejak dulu.

History dan budaya menjadi landasan dalam mengendalikan diri di tengah perkembangan teknologi modern,” tambahnya.

BACA JUGA:  Semarak Hari Pancasila, Garuda Kupang dan Flotirosa Gelar Jalan Sehat Berhadiah Honda Scoopy

Ia juga menyoroti keberagaman budaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai dari rumah adat, seni tradisional, kain tenun, atraksi budaya, hingga sistem sosial masyarakat.

“Keragaman budaya di bumi Flobamorata adalah potensi besar untuk membangun manusia yang berkarakter dan berbudaya.

Semua tatanan budaya itu harus dipublikasikan dan dipelajari, salah satunya melalui museum,” ungkapnya.

Melalui lomba animasi pendek ini, para peserta diajak menggali nilai-nilai budaya dan etnografis yang terkandung dalam cerita rakyat NTT, untuk kemudian dituangkan ke dalam karya animasi yang kreatif, informatif, dan mendidik.

Meffi menjelaskan bahwa program lomba ini juga bertujuan untuk mengenalkan nilai historis di balik koleksi museum kepada generasi muda, sekaligus meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pelestarian budaya.

BACA JUGA:  Vatican News Sorot Kasus 17 Anak Korban TPPO, Empat Hilang, Penanganan  Polda NTT Dipertanyakan

“Museum berupaya menjaga, merawat, dan melestarikan benda-benda koleksi sebagai sumber ilmu pengetahuan dan pendidikan budaya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk tidak meninggalkan budaya sebagai landasan hidup,” jelasnya.

Di akhir sambutan, Meffi memberikan apresiasi kepada guru pendamping, dewan juri, serta panitia UPTD Museum NTT yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan lomba ini.

Semoga kegiatan seperti ini terus memajukan kebudayaan daerah dan membentuk generasi yang berkualitas,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *