Kota Kupang

Gubernur Melki Laka Lena Minta Bank NTT Dampingi Lulusan Politani Jadi Pengusaha

Diperbarui

Gubernur NTT Melki laka Lena

KUPANG.NW.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta Bank NTT mendampingi lulusan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang yang ingin terjun ke dunia usaha.

Ia mendorong para lulusan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Melki saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana Terapan dan Ahli Madya Politani Kupang Periode Oktober 2026 di Student Center Politani Kupang, Kamis (8/10/2026).

Sebanyak 535 lulusan diwisuda dalam periode tersebut. Melki berharap sebagian dari mereka memilih menjadi wirausahawan dengan mengembangkan potensi pertanian dan perkebunan di NTT.

Menurut Melki, lulusan Politani memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk mengolah potensi alam daerah. Karena itu, mereka tidak harus selalu berpikir untuk mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

"Di sinilah peran dari para lulusan Politani Kupang, sarjana terapan dan ahli madya, untuk juga bisa mengolah potensi NTT dengan baik, dan juga bisa menjadi sumber penghidupan baru," ujar Melki.

Ia secara khusus mendorong lulusan Politani yang berasal dari desa agar kembali ke kampung halaman dan mengembangkan potensi ekonomi setempat.

Melki meminta para lulusan mengidentifikasi komoditas dan sumber daya yang tersedia di daerah masing-masing, kemudian mengolahnya menjadi usaha yang memiliki nilai tambah.

"Saya berharap lulusan Politani ini bisa kembali nanti ke desa, bisa kemudian mengembangkan potensi desa, agar nanti desa itu betul-betul menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru di NTT," jelasnya.

Bank NTT Diminta Buka Akses Pembiayaan

Untuk merealisasikan dorongan kewirausahaan tersebut, Melki meminta Bank NTT memberikan dukungan kepada lulusan yang ingin membuka usaha.

Dukungan itu diharapkan mencakup akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pendampingan terhadap rencana bisnis yang disiapkan para lulusan.

Ia meminta para wisudawan yang serius ingin menjadi pengusaha menyiapkan proposal bisnis, baik secara individu maupun kelompok.

"Mudah-mudahan nanti dari 535, 10 persen saja jadi wirausahawan/wiraswasta di bidang pertanian perkebunan, luar biasa. Nanti perbankan kita suruh topang," ungkapnya.

Melki menilai, jika sebagian lulusan Politani mampu membangun usaha pertanian dan perkebunan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para lulusan.

Usaha baru juga berpotensi membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Menurutnya, lulusan Politani dapat mengambil peran strategis dalam membangun rantai usaha tersebut karena memiliki latar belakang pendidikan dan keterampilan di bidang pertanian.

Melki juga mengapresiasi pengembangan jejaring pendidikan internasional yang dilakukan Politani Kupang.

Dari total 535 lulusan, sebanyak 526 merupakan lulusan Politani Kupang, sementara sembilan lainnya berasal dari program kerja sama pendidikan dengan Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, China.

Menutup sambutannya, Melki berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater dan menggunakan ilmu yang diperoleh untuk ikut membangun NTT.

"Teruslah melangkah dengan penuh optimisme, jaga nama baik almamater, dan buktikan bahwa cendekiawan muda NTT adalah tulang punggung kemajuan Indonesia, tulang punggung kemajuan Flobamorata," pungkasnya.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!