TOMOHON.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengunjungi fasilitas Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (3/11/2026),
Kunjungan ini untuk mempelajari pengelolaan energi panas bumi sebagai referensi pengembangan potensi serupa di Flores.
Hal ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT memahami pengelolaan panas bumi secara menyeluruh, mulai dari aspek teknis, manfaat ekonomi, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga perlindungan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
Johni mengatakan, NTT memiliki potensi panas bumi yang besar, khususnya di Flores.
Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan berupa penolakan dari sebagian masyarakat, termasuk tokoh agama.
Karena itu, pengalaman PGE Lahendong dinilai penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai proses pengembangan panas bumi dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Informasi ini menjadi bekal bagi kami sebelum kembali menjelaskan pengembangan panas bumi kepada masyarakat di Flores, Lembata hingga Alor,” demikian inti penjelasan Johni dalam kunjungan tersebut.
Menurutnya, sosialisasi tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan. Pengalaman warga yang tinggal di sekitar wilayah operasi juga perlu didengar dan disampaikan secara terbuka.
Tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat setempat perlu dilibatkan agar berbagai kekhawatiran dapat dijawab melalui informasi yang utuh dan transparan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima General Manager PGE Area Lahendong Yanuaris Dwi Cahyono bersama Manager HSSE Lerry Wenur, Manager Business Support Rinson Gultom, dan jajaran tim PGE.
Yanuaris menjelaskan, pengembangan panas bumi Lahendong dimulai melalui kegiatan eksplorasi pada 1982.
Setelah melalui proses panjang, operasi komersial dimulai pada 2001.
Saat ini, PLTP Lahendong memiliki enam unit pembangkit dengan kapasitas total 120 megawatt (MW). Masing-masing unit memiliki kapasitas 20 MW.
Ia menjelaskan, pengelolaan panas bumi dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan operasi dan perlindungan lingkungan. Dalam proses pengeboran, perusahaan menggunakan pipa pelindung atau casing serta penyemenan pada bagian tertentu untuk menjaga kestabilan sumur dan mencegah gangguan terhadap lapisan air tanah.
Dari sisi sosial, PGE Lahendong melibatkan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan program pemberdayaan masyarakat.
Sebelum menjalankan program, perusahaan melakukan pemetaan sosial untuk mengetahui kebutuhan warga. Program tersebut antara lain diarahkan untuk mendukung pertanian dan pengembangan usaha masyarakat.
PGE juga mengembangkan pemanfaatan produk samping operasi panas bumi yang mengandung unsur hara untuk mendukung sektor pertanian, setelah melalui pengolahan dan penelitian.
Sementara itu, Manager HSSE PGE Area Lahendong Lerry Wenur mengatakan, pemantauan lingkungan dilakukan secara berkala, termasuk terhadap kualitas air dan kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasi.
Pemantauan dilakukan setiap bulan dengan melibatkan pihak ketiga, seperti perguruan tinggi atau lembaga kompeten.
Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi lingkungan sesuai ketentuan.
Perusahaan turut membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelajar untuk mengenal proses kerja panas bumi melalui kunjungan edukasi dan sosialisasi di sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, Johni didampingi Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT Selfi H. Nange, Kepala Dinas ESDM NTT Viktor Manek, Kepala Badan Penghubung NTT Jakarta Florida Taty Satyawati, serta sejumlah peneliti dari Purnomo Yusgiantoro Center.
Kunjungan ke Lahendong merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran Pemprov NTT ke sejumlah lokasi pengembangan panas bumi di Indonesia.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi referensi bagi NTT dalam mengembangkan potensi panas bumi di Flores dengan mengedepankan penerimaan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi warga.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!