MANGGARAI.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma turun langsung meninjau sejumlah fasilitas publik yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fasilitas pelayanan publik, perbankan, rumah ibadah serta pelayanan masyarakat pascabencana.
Wagub juga meminta seluruh kerusakan didata secara baik agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan dan bantuan yang dibutuhkan.
Di Kabupaten Manggarai, Wagub Johni mengawali kunjungan dengan meninjau Kantor UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Manggarai atau Samsat Ruteng.
Kedatangan Wagub disambut Kepala Samsat Ruteng, Lorensius Agung bersama jajaran.
Gedung Samsat Ruteng merupakan bangunan baru yang dibangun pada 2025.
Pembangunan awalnya ditargetkan selesai pada Desember 2025, namun mengalami keterlambatan sehingga mendapat adendum selama 60 hari.
Pekerjaan masih menghadapi sejumlah kendala hingga Maret 2026 dan secara umum telah selesai pada April 2026, meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan perbaikan.
Gedung tersebut pada prinsipnya telah siap digunakan. Namun, proses serah terima dari pihak ketiga kepada Pemerintah Provinsi NTT masih menunggu berita acara penyelesaian pembangunan untuk selanjutnya diserahkan kepada BPAD Manggarai dan dimanfaatkan sebagai fasilitas pelayanan.
Ironisnya, gedung baru tersebut mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
BRI KCP Borong Roboh
Usai meninjau Samsat Ruteng, Wagub melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Manggarai Timur.
Di Borong, Wagub Johni meninjau Kantor BRI KCP Borong yang mengalami kerusakan sangat berat hingga roboh dan rata dengan tanah.
Bangunan tersebut dibangun pada 2016 dan merupakan bangunan sewa yang telah digunakan selama sekitar enam tahun.
Bangunan berukuran sekitar 15 x 20 meter itu merupakan gabungan tiga ruko yang difungsikan menjadi satu kantor.
Akibat gempa, bangunan tersebut mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk pelayanan.
Kunjungan dilanjutkan ke Kantor UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Manggarai Timur. Wagub disambut Kepala UPTD, Stanis Jawan bersama jajaran.
Gedung tersebut mengalami kerusakan ringan. Dalam kesempatan itu,
Wagub meminta jajaran tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun tidak memaksakan target di tengah suasana duka akibat bencana.
“Ini dalam suasana yang berduka, jangan terlalu memaksakan untuk bisa mencapai target. Kita kerja biasa saja,” ujar Johni.
Ia juga meminta petugas tidak melakukan penagihan secara door to door maupun kegiatan penilangan yang berpotensi menambah beban masyarakat.
“Kita harus bekerja dengan situasi normal. Pesan Pak Gubernur, jangan menambah beban masyarakat yang sudah cukup parah,” tegasnya.
Menurutnya, pelayanan tetap diberikan kepada masyarakat yang datang langsung untuk melakukan pembayaran.
Namun, kegiatan mendatangi masyarakat untuk melakukan penagihan untuk sementara tidak perlu dipaksakan.
Gereja St. Gregorius Borong Ikut Terdampak
Wagub kemudian meninjau DLHK UPTD Pengelolaan Hutan Wilayah Manggarai Timur yang mengalami kerusakan ringan.
Selanjutnya, Wagub Johni mengunjungi Gereja Paroki St. Gregorius Borong dan diterima Rm. Wili Findoro.
Gereja tersebut mengalami kerusakan pada bagian plafon serta sejumlah retakan pada bangunan. Tingkat kerusakannya dikategorikan sedang.
Gereja Paroki St. Gregorius Borong merupakan salah satu gereja terbesar di Kabupaten Manggarai Timur dengan jumlah umat sekitar 5.000 orang dan kapasitas gedung sekitar 1.000 orang.
Kerusakan tersebut menjadi perhatian serius karena gereja baru saja ditahbiskan beberapa hari sebelum peristiwa gempa.
Wagub meminta pengurus gereja tetap semangat menghadapi kondisi tersebut.
Ia juga meminta seluruh kerusakan didata dan dilaporkan secara lengkap agar dapat menjadi dasar pemerintah dalam
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!