Berita Berkembang
Kota Kupang

Dojang Lourdez Kupang Juara Umum Gubernur Jateng Cup 2026, Direkomendasikan Tampil di Malaysia

Diperbarui

Ketua Dojang Lourdez Taekwondo Kupang Ferdinan Nuga

KUPANG.NW.id – Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan atlet Dojang Lourdez Taekwondo Kota Kupang sukses mengharumkan nama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Dimana berhasil meraih Juara Umum I kategori Pracadet dan Tim Favorit Terbaik pada ajang Gubernur Jawa Tengah Cup 2026 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 26–28 Juni 2026.

Kejuaraan bergengsi tersebut diikuti sebanyak 2.935 atlet dari 137 dojang yang berasal dari tujuh provinsi di Indonesia

Kompetisi Grade B ini menjadi salah satu ajang nasional yang dipantau langsung oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Berkat prestasi gemilang yang diraih, Dojang Lourdez Taekwondo Kupang juga mendapat rekomendasi untuk mengikuti kejuaraan internasional di Malaysia.

Ketua Dojang Lourdez Taekwondo Kupang, Ferdinan Nuga, mengatakan pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari para orang tua.

Menurutnya, perjalanan menuju prestasi nasional tidaklah mudah. Dojang Lourdez menghadapi tantangan yang sama seperti dojang lainnya di Kota Kupang. 

Namun, pihaknya memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas atlet dengan rutin mengikuti berbagai kejuaraan di luar NTT.

"Tahun 2025 kami mengikuti kejuaraan nasional di Madiun, Jawa Timur. Tahun ini kami naik level mengikuti kejuaraan Grade B di Semarang. 

Kami percaya kualitas atlet hanya bisa meningkat kalau berani keluar bertanding," ujar Ferdinan.

Ia menegaskan, keberhasilan yang diraih tidak lepas dari pengorbanan para orang tua atlet yang selalu memberikan dukungan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua. Ada yang datang mendampingi anaknya hingga membawa keluarga besar. 

Tanpa dukungan mereka, kami tidak mungkin bisa berangkat ke Semarang," katanya.

Ferdinan berharap pembinaan taekwondo di NTT mendapat perhatian lebih serius, terutama menjelang penyelenggaraan PON 2028 di NTT dan NTB.

Menurutnya, kebutuhan yang paling mendesak bukan hanya biaya keberangkatan atlet, tetapi juga penyediaan peralatan pertandingan elektronik yang sesuai standar nasional agar atlet dapat berlatih dengan sistem yang sama seperti saat berlaga di kejuaraan resmi.

Ia juga berharap semakin banyak perusahaan maupun BUMN yang bersedia menjadi sponsor sehingga atlet-atlet NTT memiliki kesempatan lebih luas mengikuti kejuaraan nasional hingga internasional.

"Kami yakin atlet NTT memiliki potensi besar. Yang masih kurang adalah jam terbang, fasilitas pertandingan, dan dukungan sponsor. 

Kalau itu bisa dipenuhi, saya optimistis atlet-atlet NTT mampu bersaing di level nasional bahkan internasional," tegasnya.

Di balik keberhasilan tersebut, kontingen Dojang Lourdez juga merasakan hangatnya persaudaraan masyarakat NTT yang tergabung dalam komunitas Flobamora Semarang.

Ferdinan mengaku terharu atas sambutan dan perhatian yang diberikan selama kontingen berada di Semarang.

Menurutnya, komunitas Flobamora yang dipimpin Julius Gambe, bersama tokoh taekwondo Sabam Agus Boro, Sabam Adi Boro, Sabam Ino Boro, serta keluarga besar Dojang Falco, memberikan dukungan penuh kepada atlet dan ofisial asal NTT.

"Kami benar-benar tidak menyangka mendapat sambutan yang begitu luar biasa. 

Selama di Semarang, kebutuhan kami seperti air minum dan konsumsi setiap hari dipenuhi oleh keluarga besar Flobamora. 

Bahkan setiap pagi sudah tersedia beberapa galon air minum untuk atlet. Kami sempat bingung bagaimana membayarnya, tetapi mereka mengatakan itu adalah bentuk dukungan sukarela kepada kontingen dari NTT," ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Flobamora di Semarang atas kepedulian yang diberikan kepada para atlet muda NTT

"Perhatian yang mereka berikan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk bertanding. Kami merasa seperti berada di rumah sendiri meski jauh dari NTT. 

Semoga kebaikan ini menjadi berkat bagi seluruh keluarga Flobamora di Semarang," tuturnya.

Ferdinan menilai dukungan moral maupun logistik yang diberikan menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masyarakat NTT tetap terjaga di perantauan. 

Dukungan tersebut juga menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama NTT di tingkat nasional hingga internasional.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!