FLOTIM.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengajak seluruh kepala desa, lurah, dan camat untuk menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa yang terintegrasi dengan program One Village One Product (OVOP).
Sinergi kedua program tersebut diyakini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat desa.
Ajakan tersebut disampaikan Johni saat mendampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto dalam kegiatan tatap muka bersama para camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Flores Timur di Gudang Koperasi Desa Merah Putih, Kelurahan Weri, Jumat (3/7/2026).
Dalam sambutannya, Johni menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Menteri Desa ke Flores Timur yang dinilainya sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan desa di NTT.
"Saya menyampaikan selamat datang kepada Bapak Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Bapak Yandri Susanto beserta seluruh rombongan di Kabupaten Flores Timur, tanah Lamaholot yang kaya akan sejarah, budaya, dan nilai-nilai kehidupan," ujar Johni.
Menurutnya, paradigma pembangunan kini telah berubah. Desa bukan lagi menjadi halaman belakang pembangunan, melainkan telah menjadi halaman depan Indonesia yang menjadi sumber ketahanan pangan, pusat kewirausahaan, pelestarian budaya, hingga penggerak pertumbuhan ekonomi.
Johni menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong program One Village One Product (OVOP) agar setiap desa memiliki produk unggulan berbasis potensi lokal yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Kita tidak ingin desa hanya menjadi penghasil bahan mentah. Kita ingin desa menjadi pusat kreativitas, pusat produksi, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru," tegasnya.
Ia menjelaskan, produk unggulan desa juga harus memiliki akses pasar yang luas. Karena itu, Pemprov NTT mengembangkan NTT Mart sebagai jembatan pemasaran bagi hasil pertanian, perikanan, kerajinan, dan produk UMKM desa.
Menurut Johni, konsep OVOP sangat ideal dipadukan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai wadah utama bagi pelaku UMKM untuk memproduksi, mengemas, hingga mendistribusikan produk unggulan secara lebih profesional dan berdaya saing.
Di akhir sambutannya, Johni mengajak seluruh camat, kepala desa, dan lurah di Flores Timur agar terus menghadirkan kepemimpinan yang inovatif dan mampu membangun kolaborasi.
"Jadikan setiap program desa sebagai jalan untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," pesannya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
Ia menyebut setiap koperasi ditargetkan mampu menyerap sedikitnya 17 tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari desa atau kelurahan setempat.
"Kalau ada tenaga kerja dari luar, lapor ke Kemendes. Pasti akan kita periksa," tegas Yandri.
Selain menciptakan lapangan kerja, koperasi tersebut juga akan menyediakan akses pembiayaan berbunga rendah melalui Bank Himbara, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir maupun pinjaman online ilegal.
Gerai Koperasi Desa Merah Putih nantinya juga akan berfungsi sebagai distributor sembako bersubsidi, penyedia pupuk, penampung hasil panen petani, sekaligus pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Tabrani, Wakil Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Agustomi Masik, serta para camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Flores Timur.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!