Berita Berkembang
Kota Kupang

Imelda Anin Kembali Jabat GM Swasti Sari, Sason Helan Minta Maaf dan Prioritaskan Pencairan Dana Anggota

Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan

KUPANG.NW.id – Imelda Anin kembali menjabat sebagai General Manager (GM) Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari setelah pengurus dan pengawas hasil Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) merevisi kesepakatan tertanggal 15 Oktober 2026 yang berdampak pada terhambatnya pencairan dana anggota.

Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (20/10/2026) malam, Sason Helan mengatakan, keputusan untuk menyetujui kembali Imelda Anin sebagai GM diharapkan dapat membantu memulihkan pelayanan koperasi, terutama dalam memenuhi hak-hak anggota.

“Saya mohon maaf kepada seluruh anggota atas ketidaknyamanan ini.

Saya dan teman-teman berjanji agar kesalahan dan kekhilafan ke depan tidak terulang lagi,” kata Sason Helan.

Ia menegaskan, setelah kembali menjabat sebagai GM, tugas utama Imelda Anin adalah segera mengurus pencairan dana bagi anggota yang ingin menarik simpanan maupun anggota yang masih menunggu pencairan pinjaman.

Menurut Sason Helan, dana yang masih tertunda untuk memenuhi kebutuhan anggota tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.

Karena itu, percepatan pencairan dana menjadi salah satu prioritas manajemen agar pelayanan kembali berjalan dengan baik dan kepercayaan anggota terhadap koperasi tetap terjaga.

Keamanan Dana Anggota Jadi Prioritas

Selain menyoroti persoalan pencairan dana, Sason Helan menegaskan bahwa keamanan uang dan aset anggota merupakan perhatian utama pengurus Kopdit Swasti Sari.

Ia mengatakan, kondisi keuangan koperasi perlu dinilai berdasarkan analisis kesehatan koperasi melalui pendekatan PEARLS.

Sason Helan menyebutkan, total aset Kopdit Swasti Sari mencapai triliunan rupiah. Sekitar 80 persen aset tersebut beredar di kalangan anggota dalam bentuk saldo pinjaman, sedangkan likuiditas lembaga diklaim masih berada di kisaran 20 persen dari total aset.

Berdasarkan angka tersebut, ia menilai kondisi Kopdit Swasti Sari masih sehat.

Meski demikian, kondisi kesehatan koperasi dan ketersediaan likuiditas perlu dilihat secara cermat, terutama dalam kaitannya dengan kemampuan lembaga memenuhi kewajiban kepada anggota yang hendak menarik simpanan atau menunggu pencairan pinjaman.

Bagi anggota, kepastian atas dana yang mereka simpan menjadi hal mendasar dalam menjaga kepercayaan terhadap koperasi.

Kembalinya Imelda Anin sebagai GM diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan pencairan dana yang tertunda sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada anggota.

Manajemen Kopdit Swasti Sari juga dituntut mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab agar kepentingan seluruh anggota tetap menjadi prioritas.

Permohonan maaf yang disampaikan Yohanes Sason Helan menjadi bagian dari komitmen pengurus untuk memperbaiki keadaan.

Namun, bagi anggota yang masih menunggu pencairan dana, langkah nyata untuk memenuhi hak mereka tetap menjadi hal yang paling dinantikan. 

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!