SUMBA.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, turun langsung mengunjungi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (15/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa beras dan tenda serta memastikan penanganan warga terdampak berjalan sesuai kebutuhan.
Johni didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Mahadin Sibarani, dan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla. Rombongan mengunjungi Desa Merekehe dan Desa Wai Kadada, Kecamatan Kodi Bangedo, untuk melihat langsung kondisi masyarakat pascagempa yang mengguncang wilayah Sumba pada 4 Oktober 2026.
“Kita bersyukur, tadi Bupati sudah bilang, tidak ada korban jiwa. Yang luka di sini satu orang luka ringan.
Satu lagi di Sumba Barat Daya cuma satu orang yang luka ringan,” ujar Johni.
Mantan Kapolda NTT tersebut menegaskan bahwa meskipun gempa bumi tidak dapat dikendalikan manusia, risiko korban jiwa dan kerusakan dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan, mitigasi bencana, serta pembangunan rumah yang memenuhi standar keselamatan.
“Hanya Tuhan yang bisa mengendalikan gempa itu. Manusia hanya bisa berusaha untuk mencegah tidak terjadi korban jiwa ataupun luka ataupun kerusakan,” katanya.
Johni mengimbau masyarakat agar tidak panik ketika merasakan guncangan gempa. Warga diminta segera keluar dari bangunan secara tenang dan menuju tempat terbuka yang jauh dari bangunan, tiang, maupun benda yang berpotensi membahayakan.
Ia juga meminta masyarakat memastikan seluruh anggota keluarga berada di tempat aman dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi gempa susulan.
Selain kesiapsiagaan, Johni menyoroti pentingnya konstruksi bangunan yang kuat dan sesuai standar teknis.
Menurutnya, pengalaman gempa di sejumlah wilayah NTT harus menjadi pelajaran agar masyarakat tidak membangun rumah secara asal-asalan.
“Rumah-rumah harus dibangun dengan konstruksi yang baik. Terutama dia punya pilar-pilar, dia punya kolom-kolom, bias, segala macam harus dibuat. Jangan asal jadi,” tegasnya.
Johni menjelaskan, kunjungan pemerintah bertujuan mengidentifikasi secara langsung kondisi masyarakat, tingkat kerusakan rumah, serta dampak gempa terhadap fasilitas umum dan infrastruktur, termasuk sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, jalan, dan jembatan.
“Sehingga kami tahu kondisi di lapangan seperti apa, itu menjadi temuan, datakan untuk segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Pemprov NTT Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa
Dalam kunjungan tersebut, Johni menyerahkan bantuan berupa 58 karung beras berukuran lima kilogram dan 10 tenda.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi NTT menyalurkan bantuan sebanyak 3,8 ton beras, 50 tandon, dan 100 tenda untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi NTT yang diperbarui pada 14 Oktober 2026 pukul 18.00 WITA, gempa bumi bermagnitudo 6,1 pada 4 Oktober 2026 berdampak pada empat kabupaten di Pulau Sumba.
Data tersebut mencatat sebanyak 496 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 496 unit rumah mengalami kerusakan.
Rinciannya, tujuh rumah rusak berat, 34 rumah rusak sedang, dan 455 rumah rusak ringan.
Gempa juga berdampak pada 12 fasilitas kesehatan, 24 rumah ibadah, 43 fasilitas pendidikan, dan 21 kantor.
Dampak bencana tersebar di 19 kecamatan, meliputi 11 kecamatan di Kabupaten Sumba Barat Daya, satu kecamatan di Sumba Barat, enam kecamatan di Sumba Tengah, dan satu kecamatan di Sumba Timur. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten bersama instansi terkait terus melakukan pendataan, menyalurkan bantuan, serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti petunjuk keselamatan dari petugas di lapangan.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!