Kab. Manggarai Barat

MedcoEnergy Peduli Korban Gempa NTT, Wagub Johni Ungkap Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Diperbarui

Istimewa

LABUAN BAJO,NW.id — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berdatangan.

MedcoEnergy turut mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan dengan menyerahkan bantuan untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Posko Aju 1 Labuan Bajo dan diterima dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak gempa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Komandan Posko Aju 1 Labuan Bajo Mayjen Purn. Luthfie Beta selaku Tenaga Ahli BNPB, serta Kepala Kantor UPBU Komodo Labuan Bajo Ceppy Triono, S.Sos., S.Si.T.

Bantuan tersebut disampaikan atas nama Komisaris Utama MedcoEnergy, Yani Panigoro. Kepedulian itu menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap masyarakat NTT yang saat ini masih menghadapi dampak bencana.

Yani Panigoro menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan atas musibah gempa yang terjadi di NTT.

Ia berharap masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bandara Komodo Labuan Bajo yang telah membantu proses penerimaan dan distribusi bantuan kemanusiaan.

Kebutuhan Pengungsi Terus Berkembang

Di tengah derasnya bantuan yang masuk, tantangan logistik juga semakin besar. Bandara Komodo Labuan Bajo dipenuhi berbagai bantuan sehingga dibutuhkan dukungan kendaraan, khususnya truk, serta tenaga buruh untuk proses bongkar-muat dan pengangkutan barang.

Wagub NTT Johni Asadoma mengatakan kebutuhan masyarakat terdampak terus berkembang. Untuk kebutuhan beras, pemerintah telah berkoordinasi dengan Bulog.

Karena itu, masyarakat saat ini lebih membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar lainnya, seperti popok bayi, susu, sabun mandi, sabun cuci, sandal, tenda, alas tidur dan air bersih.

Johni juga menyoroti keberadaan warga yang memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah masing-masing.

“Banyak masyarakat yang mengungsi secara mandiri. Mereka membuat tenda sendiri di sekitar rumah karena masih takut meninggalkan rumah. Kondisi seperti ini tentu perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Johni.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian semua pihak karena tidak seluruh masyarakat terdampak berada di lokasi pengungsian resmi yang disiapkan pemerintah.

Anak-Anak Jadi Perhatian Khusus

Selain kebutuhan pokok, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak dan perempuan yang mengalami trauma akibat gempa maupun gempa susulan.

Johni mengatakan bantuan untuk anak-anak tidak cukup hanya berupa makanan dan pakaian.

Mereka juga membutuhkan aktivitas yang dapat membantu mengurangi rasa takut dan trauma.

“Anak-anak bukan hanya membutuhkan makanan dan pakaian. Mereka juga membutuhkan mainan dan aktivitas agar bisa mengurangi rasa takut dan trauma yang mereka alami,” katanya.

Keterbatasan fasilitas MCK, air bersih dan sanitasi di sejumlah lokasi pengungsian juga menjadi perhatian pemerintah.

Sementara itu, BNPB terus mengerahkan dukungan, termasuk helikopter untuk menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses melalui jalur darat. Namun, kapasitas angkutan udara yang terbatas membuat pengiriman bantuan dalam jumlah besar, terutama tenda, masih menghadapi kendala.

MedcoEnergy Siap Tindak Lanjuti Kebutuhan

Menanggapi kebutuhan yang disampaikan Wagub NTT, Yani Panigoro menyatakan akan meneruskan informasi tersebut kepada jajaran dan rekan-rekan MedcoEnergy.

“Nanti akan saya komunikasikan kepada teman-teman dan sebisa mungkin akan kami donasikan sesuai dengan kemampuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bantuan yang diserahkan saat ini masih bersifat simbolis. Selanjutnya, bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi di lapangan.

Wagub Johni Asadoma pun menyampaikan apresiasi kepada MedcoEnergy dan seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa.

Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, BNPB, dunia usaha, relawan dan masyarakat.

“Dalam situasi bencana seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita bergerak bersama. Pemerintah, BNPB, dunia usaha, relawan dan seluruh masyarakat harus saling mendukung agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” pungkasnya.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!