Kota Kupang

Pidato HUT ke-81 RI, Gubernur Melki Ekonomi NTT Tumbuh 5,01 Persen, Kemiskinan Turun, Dasa Cita Terus Diperkuat

Gubernur NTT Melki Leka Lena saat Pidato Pembangunan dalam rangka HUT ke 81 Kemerdekaan RI

KUPANG.NW.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mempercepat pembangunan daerah melalui visi “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera.”

Hal itu disampaikan Gubernur Melki dalam pidato pembangunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Sabtu 15 Agustus 2026 Siang 

Dalam pidatonya, Melki mengatakan berbagai indikator makro menunjukkan perkembangan positif perekonomian NTT.

Pada Triwulan II 2026, ekonomi NTT tumbuh 5,01 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan sektor-sektor produktif daerah semakin berkembang.

Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan di NTT juga mengalami penurunan.

Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin tercatat 17,52 persen, turun 1,08 poin persentase dibandingkan Maret 2025. Sementara tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat yang diukur melalui Gini Ratio berada pada angka 0,319.

“Capaian ini mencerminkan arah pembangunan yang semakin inklusif dengan intervensi terstruktur melalui penguatan ekonomi keluarga, perluasan akses pasar produk lokal, serta pemerataan hasil pembangunan,” demikian disampaikan dalam pidato tersebut.

Melki mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat pelaksanaan Dasa Cita Melki-Johni, bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma.

Pertanian Jadi Kekuatan Ekonomi NTT

Dalam Dasa Cita pertama, pemerintah memprioritaskan penguatan sektor produktif, terutama pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan produk unggulan berbasis potensi lokal.

Pertanian disebut masih menjadi tulang punggung ekonomi NTT. Sektor ini menyerap sekitar 2,3 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi 28,9 persen terhadap PDRB pada 2024.

Dengan potensi lahan kering mencapai sekitar 1,8 juta hektare, NTT dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.

Pada 2025, Nilai Tukar Petani mencapai 101,4, Indeks Ketahanan Pangan 76,2 dan Skor Pola Pangan Harapan 79,3.

Untuk 2026, pemerintah menargetkan pencetakan sawah rakyat seluas 4.634,79 hektare untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani.

Sementara sektor peternakan juga menunjukkan pertumbuhan. Populasi sapi meningkat dari sekitar 582 ribu ekor pada 2023 menjadi lebih dari 778 ribu ekor pada 2026.

Hingga 22 Juli 2026, lebih dari 43 ribu ekor sapi telah dikirim keluar NTT.

Produksi Perikanan dan Rumput Laut Terus Didorong

Di sektor kelautan dan perikanan, produksi perikanan tangkap meningkat dari sekitar 87 ribu ton pada 2024 menjadi hampir 96 ribu ton pada 2025.

Rumput laut juga tetap menjadi salah satu komoditas unggulan NTT dengan produksi mencapai 1.248.126 ton pada 2025.

Sementara produksi garam rakyat meningkat dari 15.793 ton pada 2024 menjadi 20.542 ton pada 2025.

Pemerintah mendorong hilirisasi agar komoditas tersebut tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

3.442 Desa dan Kelurahan Bentuk KDKMP

Penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hingga April 2026, sebanyak 3.442 KDKMP telah terbentuk atau mencapai 100 persen dari seluruh desa dan kelurahan di 22 kabupaten/kota di NTT.

Koperasi tersebut diarahkan menjadi wadah untuk menghimpun, mengelola, memasarkan dan mendistribusikan hasil produksi serta produk unggulan masyarakat.

Sementara itu, realisasi investasi NTT meningkat dari Rp4,22 triliun pada 2024 menjadi Rp4,86 triliun pada 2025. Hingga semester I 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp2,63 triliun.

Penguatan pasar lokal juga dilakukan melalui NTT Mart yang kini telah memiliki 22 gerai di seluruh kabupaten/kota, melibatkan sedikitnya 820 pelaku UMKM dan lebih dari 25 ribu produk lokal.

Milenial dan Perempuan Jadi Motor Ekonomi

Dalam Dasa Cita kedua, Pemerintah Provinsi NTT menempatkan milenial dan perempuan sebagai motor kreativitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Berbagai program pelatihan, bantuan permodalan, inkubator bisnis dan pengembangan kewirausahaan terus diperluas.

Program Inkubator Bisnis tahun 2026, misalnya, dialokasikan sebesar Rp3,8 miliar bagi 450 penerima manfaat di 11 kabupaten/kota.

Pemerintah juga memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pelatihan ekonomi, pengembangan usaha, perlindungan perempuan dan kolaborasi lintas sektor.

Melki menegaskan, pembangunan NTT tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir.

“Dari ladang dan laut ke pasar: efisien, modern, dan aman,” menjadi semangat utama pembangunan ekonomi daerah.

Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh pemangku kepentingan, Dasa Cita Melki-Johni diarahkan untuk mempercepat terwujudnya NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan berkelanjutan.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!