KUPANG.NW.id – TNI Angkatan Darat melalui Korem 161/Wira Sakti terus mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai bagian dari percepatan pembangunan, material utama dan sejumlah alat berat untuk pembangunan empat jembatan mulai dibongkar di Pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan pembongkaran material tersebut dipantau langsung oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 161/Wira Sakti, Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam, bersama Letkol Czi Nurul Hilal Samawi, S.Hub.Int.
Kegiatan itu turut didampingi Komandan Kapal ADRI LIII, Letkol Cba Humitar Siagian, S.SiT., M.Tr.Mil.
Material yang diangkut menggunakan Kapal ADRI LIII tersebut terdiri atas besi konstruksi untuk pembangunan badan jembatan serta sejumlah alat berat yang akan digunakan dalam proses pengerjaan di lokasi.
Kasrem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam, mengatakan TNI AD saat ini sedang mengerjakan empat jembatan di wilayah Kabupaten Kupang.
Berdasarkan hasil asesmen awal, pembangunan tersebut masih membutuhkan tambahan dukungan berupa alat berat dan material konstruksi.
“Setelah dilakukan asesmen awal, ternyata masih banyak kebutuhan, baik alat berat maupun material.
Karena itu, Kapal TNI AD ADRI LIII membawa bantuan berupa alat berat dan material yang diperlukan untuk pembangunan jembatan di Amfoang,” ujar Albertus.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang telah memaksimalkan bantuan untuk mendukung percepatan pembangunan jembatan di wilayah Amfoang.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan diselesaikan tepat waktu.
“Kami sangat berbahagia atas bantuan dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat yang memaksimalkan dukungan bagi pekerjaan pembangunan jembatan di Amfoang.
Kami menargetkan pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu dan pada awal Desember 2026 seluruh jembatan sudah dapat dirampungkan,” katanya.
Sementara itu, Letkol Czi Nurul Hilal Samawi menjelaskan, material yang diturunkan di Pelabuhan Tenau sebagian besar berupa besi yang akan digunakan sebagai material utama dalam pembangunan badan jembatan.
Proses bongkar muat dilakukan di dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Bolok dan Pelabuhan Tenau.
Sebagian material sebelumnya telah dibongkar di Pelabuhan Bolok, sedangkan proses pembongkaran di Pelabuhan Tenau telah berlangsung selama dua hari.
Selain material besi, Kapal ADRI LIII juga membawa tiga unit alat berat jenis dozer yang akan digunakan untuk mendukung pekerjaan pembangunan di lokasi.
“Untuk alat berat, terdapat tiga dozer yang akan dibawa ke lokasi. Dua unit direncanakan dikirim hari ini dan satu unit lainnya akan menyusul besok,” jelas Nurul Hilal.
Material selanjutnya akan dikirim secara bertahap menuju lokasi pembangunan jembatan di wilayah Termanu dan Kapsali. Namun, proses distribusi membutuhkan waktu cukup panjang karena jarak tempuh dan kondisi jalur menuju lokasi.
“Perjalanan menuju lokasi cukup panjang. Ada pengangkutan material besi yang membutuhkan waktu sekitar 12 jam.
Namun, distribusi tidak akan terputus karena kendaraan akan terus bolak-balik mengambil material,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengiriman material ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu apabila tidak terdapat kendala selama proses distribusi.
Untuk menjaga pembangunan tetap sesuai jadwal, pengiriman dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tahapan pekerjaan di lapangan.
Material yang dibutuhkan lebih awal akan dikirim terlebih dahulu sesuai kebutuhan konstruksi.
“Pengiriman material dilakukan berdasarkan tahapan pekerjaan. Lahan sudah disiapkan, kemudian kami menyesuaikan pekerjaan dengan gambar konstruksi. Material besi akan dipotong dan dipasang sesuai kebutuhan pembangunan jembatan,” katanya.
Hingga saat ini, sejumlah pekerjaan awal juga telah dilakukan, termasuk mitigasi dan pengalihan aliran sungai di wilayah Kapsali dan Termanu.
Pengalihan aliran tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan serta mengurangi potensi gangguan akibat debit sungai.
Untuk material utama, besi didatangkan dari Jakarta, sementara material alam akan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di wilayah setempat.
TNI AD juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran pembangunan.
Komandan Kapal ADRI LIII, Letkol Cba Humitar Siagian, mengatakan kapal tersebut menempuh perjalanan selama lima hari sebelum tiba di Kupang.
“Material yang kami bawa menempuh perjalanan selama lima hari.
Setelah tiba, proses bongkar muat dilakukan terlebih dahulu di Pelabuhan Bolok, kemudian dilanjutkan di Pelabuhan Tenau,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh proses bongkar muat dilakukan melalui koordinasi dengan satuan yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Terkait kemungkinan adanya pengiriman material tambahan, Humitar mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi lanjutan dari pimpinan.
Pembangunan empat jembatan di wilayah Amfoang diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka akses yang lebih baik bagi kegiatan ekonomi dan pelayanan pulik di Kabupaten Kupang.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!