Berita Berkembang
Kota Kupang

Pimpin HKTI Sumba Barat, Anita Nadya Mahenu Dorong Pertanian Modern dan Petani Naik Kelas

Diperbarui

Ketua DPC HKTI Kabupaten Sumba Barat, Anita Nadya Mahenu

KUPANG.NW.id – Anita Nadya Mahenu resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sumba Barat periode 2026 -2031 dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) dan Pelantikan DPC HKTI se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Hotel Harper Kupang, Selasa (15/9/2026).

Usai dilantik, Anita menegaskan komitmennya untuk menjadikan HKTI sebagai wadah yang benar-benar memperjuangkan kepentingan petani, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Menurut Anita, persoalan petani saat ini tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga bagaimana hasil produksi mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Persoalan utama petani bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana hasil produksi itu bisa memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani,” kata Anita.

Ia menyebut sejumlah persoalan yang masih dihadapi petani, seperti keterbatasan akses pupuk dan sarana produksi, teknologi pertanian, permodalan, pendampingan, hingga akses pasar.

Karena itu, HKTI Sumba Barat akan mendorong berbagai program konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat petani.

Program tersebut antara lain memperkuat pendampingan dan peningkatan kapasitas petani, termasuk pemanfaatan teknologi pertanian.

Selain itu, HKTI akan mendorong kemudahan akses terhadap permodalan, pupuk, bibit dan sarana produksi, serta membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, perbankan dan berbagai pihak lainnya untuk membuka akses pasar.

“Kami juga ingin mendorong pengembangan komoditas unggulan dan pengolahan hasil pertanian, sehingga petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Ajak Generasi Muda Jadi Petani Modern

Anita juga mengajak generasi muda Sumba Barat untuk tidak memandang pertanian sebagai pekerjaan tradisional yang hanya dilakukan oleh orang tua.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membuka peluang besar bagi anak muda untuk menjadikan pertanian sebagai sektor usaha yang modern dan menjanjikan.

“Jangan melihat pertanian sebagai pekerjaan orang tua kita saja. Pertanian adalah masa depan,” katanya.

Ia menilai anak muda dapat menjadi petani sekaligus pengusaha, inovator dan penggerak ekonomi di sektor pertanian.

“Jangan malu menjadi petani. Justru kita harus bangga menjadi generasi yang mampu mengubah pertanian menjadi sektor yang modern, produktif dan menjanjikan,” tegas Anita.

Ia berharap kehadiran HKTI dapat memastikan petani tidak berjalan sendiri. Organisasi tersebut akan berupaya membangun pertanian yang kuat, petani yang mandiri serta generasi muda yang melihat pertanian bukan sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai pilihan masa depan.

“Kalau bukan kita yang mengembangkan tanah kita sendiri, siapa lagi?” pungkasnya.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!